Pembukaan Dauroh Putri Penghafal Al-Qur'an

Alhamdulillah... Yuk salurkan infak shodaqoh anda untuk menyukseskan program Dauroh Putri Menghafal Al-Qur'an 60 Hari tgl 1 Agustus - 30 September 2016.... Dauroh ini bertujuan mencetak Guru Pembimbing Al-Qur'an yang mana nanti akan disebar ke seluruh penjuru nusantara...

Program Daurah Putri 60 Hari 30 Juz

POJOK SURGA Alhamdulillah... Yuk salurkan infak shodaqoh anda untuk menyukseskan program Dauroh Putri Menghafal Al-Qur'an 60 Hari tgl 1 Agustus - 30 September 2016.... Dauroh ini bertujuan mencetak Guru Pembimbing Al-Qur'an yang mana nanti akan disebar ke seluruh penjuru nusantara... Kegiatan selama 2 bulan ini diadakan di kampus hidayatullah karang bahagia, perum bumi madani indah, desa sukaraya, kec. karang bahagia, kab. Bekasi.

"TRAINING CEPAT Menghafal Al-Qur'an 40 Hari Hafal 30 Juz"

Untuk Ikhwan dan Akhwat Angkatan ke XI 20 Oktober – 30 November 2016.

Berbagi Untuk Santri Yatim Duafa Penghafal Al - Qur'an

silakan salurkan Infak Shadaqah terbaiknya dengan cara transfer ke Rekening : 1. Bank Muamalat Cab. Tambun No. Rekening : 4960000701 An. Yayasan Hidayatullah Islamic Center Cikarang Bekasi 2. Bank BRI Cab. Karang Satria No. Rekening : 788801003356536 An. Hidayatullah 3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Kali Malang No. Rekening : 7052026851 An. Hidayatullah Untuk konfirmasi transfer, silakan hubungi Ust. Fahmi : 085281804909 / 08982232306.

Mutiara Dakwah Hari Jum'at

Berbagi untuk santri yatim dhuafa penghafal Al -Qur'an .

DONATUR APRIL - MEI 2016
PT. Waskita Beton Precise - Bekasi Rp. 10.000.000 | HAMBA ALLAH - Bekasi Rp.100.000 | EDI - Cibitung Rp. 3.000.000 | Ibu Wiwin - Bekasi Utara Rp.5.000.000 | HERU IRAWAN - Cikarang Rp.300.000 | NUGROHO - Bekasi Rp.40.000 | ZAINURI - Tambun Rp. 300.000 | HAMDAN - Kalimalang Rp.50.000 | OSCAR HUTAHURUK - Cikumpa Rp.130.000 | REYNALDI - Bogor Rp.50.000 | JOSEPHAT JASSIN - Jakarta Rp.300.000 | VICKY VALLEY - Bekasi Rp.40.000. Bagi dermawan sekalian yang ingin turut beramal jariyah mendukung program Hidayatullah Islamic Center Bekasi dapat melakukan donasi ke rekening di tautan DONASI ANDA atau KLIK DI SINI!

4 Juni 2017

Tafakkur Ramadhan 02

Tafakkur Ramadhan 02

AGAR PUASA TERASA NIKMAT

Perasaan nikmat itu wilayah hati. Hati tempat  bersemayamnya rasa cinta. Agar puasa terasa nikmat, maka harus dengan motivasi cinta. Cinta kpd siapa ?

1. Hadirkan dlm hati bahwa Allah sangat mencintai kita. hambaNya yg lemah dan penuh dosa ini, yg sering lalai menyebut-diriNya, yg kurang khusyu' dlm shalat, yg kurang serius beragama, masih cinta dunia, pelit, ingkar janji,dll....sungguh Allah sangat cinta kpd kita dipertemukan dg bln Ramadhan yg penuh kebaikan dan ampunan. Kesempatan diri ini utk menyambut cintaNya dg tulus, mnjalankan ibadah puasa meski perut perih,lapar dan dahaga, kurang tidur, banyak shalat sunnah dan membaca ayat2Nya cintaNya. inilah bukti keimanan , yakni sangat cinta kpd Allah..... dan orang2 yg beriman sangat cinta kpd Allah (QS.2:165)

2. Hadirkan rasa cinta kepada Rasul. Betapa beliau sangat mencintai kita sbgmn QS.9:128.... dia sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, penyantun dan penyayang thdp org2 yg beriman

Hakikat beragama adalah persahabatan. Kita merindukan persahabatan yg mengantarkan utk sama2 kumpul di surga. Semoga dengan puasa ini kita dikumpulkan bersama Rasul dan hamba kekasih Allah di surgaNya nanti. aamiin

3. Hadirkan rasa cinta kepada Al Qur'an. Bila saat ini kita membela Al Qur'an, di akhirat Al Qur'an akan membela kita. Inilah jalinan cinta abadi.  Bukti cinta adalah membaca, memahami dan menjadikannya sbg petunjuk kehidupan. Termasuk berusaha menghafal dan mengulang2 adalah bukti mencintainya. Tidak mungkin bertaqwa bila tdk akrab dg Al Qur'an , dan tdk mungkin diam bila Al Qur'an dinista. Perjuangan agung saat ini adalah menjadi pejuang Al Qur'an. QS.24:52, Maka jgn kau taati org2 kafir itu, dan berjuanglah dg Al Qur'an ini dg semangat perjuangan yg besar

Sungguh menjalani ibadah puasa Ramadhan ini dengan dasar cinta Al Qur'an akan terasa nikmat.

4. Hadirkan rasa cinta akan tanggungjwb keummatan.
Kita dipercaya Allah sbg khalifahNya di bumi ini krn  Dia melihat bahwa kita mampu menjalankan amanah ini.

Agar kita mendapat solusi dr masalah2 pribadi, keluarga dan ummat , Allah menyuruh kita utk puasa. Sebagaimana Nabi Musa Alaihissalaam saat beliau mau menerima wahyu diperintahkan oleh Allah utk i'tikaf dan puasa selama 40hari/mlm, kemudian beliau menerima solusi ummat, yakni kitab taurat (QS.7:142).

Ya Allah kami mohon cintaMu, dan cintaNya org yg mencintaiMu dan mencintai amalan yg mendekatkan kami kpd cintaMu. aamiin Dilis Karyadi

Tafakkur Ramadhan 01

Tafakkur Ramadhan 01

LATAR BELAKANG DIWAJIBKAN PUASA

"Bulan Ramadhan (adalah) bulan yg di dalamnya diturunkan Al Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan -penjelasan mengenai petunjuk itu, dan sbg pembeda (antara yg benar dan salah)..... Karena itu barangsiapa yg diantara kamu bertemu bulan itu, maka puasalah....(Al Baqarah : 185)

Ayat diatas memberi pelajaran kepada kita bahwa latar belakang kita diwajibkan puasa adalah karena Allah menurunkan Al Qur'an di bulan Ramadhan. Agar matching atau klop dg Al Qur'an maka qalbu ummat yg beriman harus dibersihkan dg puasa dan amalan baik/tathowwu' yg lain, krn Al Qur'an turun di qalbu(hati) bukan di mukh(otak).

Maka org yg puasa tentu harus akrab dg Al Qur'an, tdk hanya berlomba2 agar hatam sekian kali selama ramadhan ; agar dpt sekian juta pahala,  namun juga harus memahami, merenungkan ayat-ayatnya dan mengambil ilmu atau petunjuk dari Al Qur'an.

Cara puasa demikian in syaa Allah menghantarkan org yg beriman mencapai derajat taqwa. Yakni memiliki kendali diri dan dpt memilih jln hidup yg benar dan menjauhi yg salah. inilah Al furqon (pembeda) yg diberikan kpd org yg bertaqwa, sebagaimana  QS.8:29. والله اعلم


*) Dilis Karyadi, Hidayatullah Bekasi

Tafakkur Ramadhan 05

Tafakkur Ramadhan 05

KEBIASAAN BARU,CALON PENGHUNI SURGA

Siapa yg hidup dlm sebuah kebiasaan , dia akan mati dlm keadaan itu dan bangkit dari kubur dlm keadaan seperti itu.

Sungguh dahsyat sebuah kebiasaan. Ia menentukan keselamatan dunia-akhirat. krn kebiasaan itu membentuk karakter seseorang. Bila sudah menjadi karakter , maka sangat sulit utk berubah.

Allah sangat paham kebiasaan kita selama ini blm layak utk menjadi calon penghuni surga. Krn itu Allah pertemukan kita dg bln Ramadhan ini supaya memiliki kebiasaan baru,  sbg ahli ibadah agar maksimal menjalankan tugas kekhalifahan di bumi ini.

Tentunya kebiasaan baru tidak terbentuk menjadi karakter diri tanpa ada kesadaran dan kesengajaan.  Kesadaran dan kesengajaan adalah kemauan kuat utk berubah. Inilah yg sering terlupa saat kita menjalani ibadah ramadhan. Akhirnya selesai Ramadhan kembali ke kebiasaan lama. Mengapa? Karena tidak ada niat untuk membangun kebiasaan baru pd dirinya.

Kebiasaan baru ini bukan sembarang  kebiasaan. bukan kebiasaan mengikuti adat atau lingkungan, kebiasaan mengikuti apa yg Rasulullah bawa. Beliau bersabda : Tidak sempurna iman salah seorang kalian hingga keinginannya mengikuti apa yg aku bawa (Qur'an dan Sunnah). hadist arbain annawawi no 41

Allah berfirman :

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ ٤٠

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,

فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ ٤١

maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya). (An Nazi'at :40-41). والله اعلم . dilis Karyadi,

25 Mei 2017

Program Ramadhan Bersama Santri Yatim Dhuafa Penghafal Al-Quran Pesantren Tahfizh Ashabul Kahfi


Program Ramadhan Bersama Santri Yatim Dhuafa Penghafal Al-Quran Pesantren Tahfizh Ashabul Kahfi

Alhamdulillah... Kita bisa dipertemukan dgn bulan Ramadhan, bulan yang penuh dgn kemuliaan & keberkahan, sehingga inilah kesempatan kita untuk berlomba-lomba dalam ibadah & kebaikan...
InsyaAllah setiap amalan kebaikan akan dilipatgandakan terlebih lagi ketika di bulan Ramadhan...

Allah Subhanahu wata'ala berfirman :

 مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Qs. Al Baqarah : 261)

Dalam bulan Ramadhan tahun 1438 H ini kami mengajak bpk/ibu/sdr terkhusus para dermawan/muhsinin untuk ikut menyukseskan program Ramadhan Pesantren Tahfizh Ashabul Kahfi, yaitu:

1. Paket Ramadhan:
    - Takjil
    - Sahur
    - Paket Lebaran Santri

2. Infak Pembangunan:
    - Finishing asrama santri= 20 Jt
    - Saung Tahfizh, 4 unit @5 jt= 20 jt
    - Ruang Kelas, 6 lokal @50 jt= 300 jt

Pesantren Tahfizh Yatim Dhuafa Ashabul Kahfi juga menerima ZISWAF anda

Bagi anda yang mau mendukung dan turut berpartisipasi dalam membantu pengembangan program ini, bisa dgn cara:

1. 🏍Di ambil/jemput oleh petugas kami ke rumah Anda.
- Syukur: 089638134013
- Nanda: 081383050338

2. Transfer via Rekening :
- Bank Muamalat Cab. Tambun
No. Rekening: 4960000701
A.n. Yayasan Hidayatullah Islamic Center Cikarang Bekasi.

- Bank BNI Capem Mutiara Gading
No. Rekening: 0431912428
A.n. Hidayatullah .

- Bank BRI Cab. Karang Satria
No. Rekening: 788801003356536
A.n. Hidayatullah

📞Konfirmasi transfer: Ust. Nanda Ramadhan (0813-8305-0388 / 0896-0880-5540)

3. Datang langsung ke Kantor Sekretariat Yayasan Hidayatullah Islamic Center Cikarang Bekasi yang beralamat di:

- Ruko Villa Mutiara Gading II Blok R 03/ No 18 , Desa Karang Satria, Kec. Tambun Utara, Bekasi - JABAR.

Semoga apa yang diberikan bpk/ibu/sdr menjadi shadaqah jariyah dan pemberat amal kebaikan.

 Aaamiin ya Robbal 'aalamiin.
InsyaAllah kami akan menyalurkannya sesuai  dengan amanah Anda.
Jazaakumullah khoiron jaza'.                        

22 Mei 2017

Dalam Naungan Islam Semua Orang Bersaudara

Dalam masyarakat Islam tidak terdapat kasta-kasta, sebagaimana dikenal dalam masyarakat Barat pada abad pertengahan.
UKHWA dalam Islam meliputi seluruh golongan masyarakat. Oleh karenanya, tidak ada golongan manusia yang lebih tinggi daripada golongan yang lain. Harta, kedudukan, keturunan, status sosial, atau apa pun, tidak boleh menjadi penyebab sombongnya manusia atas manusia yang lain.

Pemerintah adalah saudara rakyat, sebagaimana termaktub dalam hadist Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam,
“Sebaik-baik pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian sukai dan mereka menyukai kalian, kalian selalu mendoakan mereka dan mereka pun selalu mendoakan kalian. Seburuk-buruk pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian benci dan mereka juga membenci kalian, kalian mencela mereka dan mereka pun mencela kalian.” (HR. Muslim)
“Tuan” adalah saudara bagi hamba sahaya, meskipun kondisi khusus kadang-kadang memaksa sahayanya untuk berada di bawah kekuasaannya.
Dalam hadist sahih, Nabi bersabda,
“Saudara-saudara kalian adalah para pembantu kalian, Allah telah menjadikan mereka berada di bawah kekuasaan kalian. Jika Allah berkehendak, maka Ia akan menjadikan kalian di bawah kekuasaan mereka. Barangsiapa saudaranya berada di bawah kekuasaannya, maka hendaklah memberi makan kepadanya sebagaimana ia makan, memberi pakaian kepadannya sebagaimana ia berpakaian, dan janganlah kalian memaksa mereka mengerjakan suatu pekerjaan yang mereka tidak mampu. Jika kalian memaksa mereka juga, maka bantulah mereka itu.” (HR. Mutafaq alaih)
Orang-orang kaya, orang-orang miskin, para buruh, karyawan, dan orang-orang yang disewa adalah bersaudara. Oleh karena itu, tidak ada peluang bagi mereka dalam naungan ajaran Islam untuk terjadinya konflik sosial atau dendam golongan.
Dalam masyarakat Islam tidak terdapat kasta-kasta, sebagaimana dikenal dalam masyarakat Barat pada abad pertengahan. Di sana golongan cendekiawan, para penunggang kuda, para uskup, dan orang-orang tertentu lainnya, adalah yang berhak menentukan nilai, tradisi, dan hukum yang berlaku.
Sampai hari ini masih ada sebagian bangsa yang memiliki sekolompok tertentu berhak menentukan dan mengendalikan garis ideologi bangsa tersebut, hukum-hukumnya, serta sistem sosial dalam kehidupan masyarakatnya, misalnya negara India.
Memang, dalam masyarakat Islam terdapat orang-orang kaya. Akan tetapi, mereka tidak membentuk kolompok tersendiri yang mewariskan kekayaannnya. Mereka adalah individu-individu biasa seperti lainnya. Si kaya pun, suatu saat bisa saja menjadi miskin, dan si miskin bisa juga tiba-tiba menjadi kaya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
Sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudahan.” (QS. Al- Insyirah: 5)
Dalam Islam memang ada ulama. Namun mereka tidak membentuk golongan yang mewarisi tugas tersebut. Tugas itu terbuka bagi siapa saja yang berhasil memperoleh keahlian di bidang keilmuan dan studi. Dia bukan merupakan tugas kependetaan, seperti yang dilakukan para pendeta dan uskup dalam agama lain, tetapi merupakan tugas mengajar, dakwah, dan memberi fatwa. Mereka adalah ulama, bukan pendeta.
Allah berfirman kepada Rasul-nya SAW, sebagaimana berikut,
Sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.” (QS. Al-Ghasyiyah: 21-22)
Bagaimana dengan pewarisnya para ulama ? Sesungguhnya mereka itu bukanlah yang menguasai atau memaksa manusia, tetapi mereka adalah mengajar dan pemberi peringatan.*/Sudirman STAIL (sumber buku Masyarakat Berbasis Syariat Islam, penulis Dr. Yusuf Qardhawi)
Rep: Admin Hidcom
Editor: Syaiful Irwan
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !
Topik: