Pembukaan Dauroh Putri Penghafal Al-Qur'an

Alhamdulillah... Yuk salurkan infak shodaqoh anda untuk menyukseskan program Dauroh Putri Menghafal Al-Qur'an 60 Hari tgl 1 Agustus - 30 September 2016.... Dauroh ini bertujuan mencetak Guru Pembimbing Al-Qur'an yang mana nanti akan disebar ke seluruh penjuru nusantara...

Program Daurah Putri 60 Hari 30 Juz

POJOK SURGA Alhamdulillah... Yuk salurkan infak shodaqoh anda untuk menyukseskan program Dauroh Putri Menghafal Al-Qur'an 60 Hari tgl 1 Agustus - 30 September 2016.... Dauroh ini bertujuan mencetak Guru Pembimbing Al-Qur'an yang mana nanti akan disebar ke seluruh penjuru nusantara... Kegiatan selama 2 bulan ini diadakan di kampus hidayatullah karang bahagia, perum bumi madani indah, desa sukaraya, kec. karang bahagia, kab. Bekasi.

"TRAINING CEPAT Menghafal Al-Qur'an 40 Hari Hafal 30 Juz"

Untuk Ikhwan dan Akhwat Angkatan ke XI 20 Oktober – 30 November 2016.

Berbagi Untuk Santri Yatim Duafa Penghafal Al - Qur'an

silakan salurkan Infak Shadaqah terbaiknya dengan cara transfer ke Rekening : 1. Bank Muamalat Cab. Tambun No. Rekening : 4960000701 An. Yayasan Hidayatullah Islamic Center Cikarang Bekasi 2. Bank BRI Cab. Karang Satria No. Rekening : 788801003356536 An. Hidayatullah 3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Kali Malang No. Rekening : 7052026851 An. Hidayatullah Untuk konfirmasi transfer, silakan hubungi Ust. Fahmi : 085281804909 / 08982232306.

Mutiara Dakwah Hari Jum'at

Berbagi untuk santri yatim dhuafa penghafal Al -Qur'an .

DONATUR APRIL - MEI 2016
PT. Waskita Beton Precise - Bekasi Rp. 10.000.000 | HAMBA ALLAH - Bekasi Rp.100.000 | EDI - Cibitung Rp. 3.000.000 | Ibu Wiwin - Bekasi Utara Rp.5.000.000 | HERU IRAWAN - Cikarang Rp.300.000 | NUGROHO - Bekasi Rp.40.000 | ZAINURI - Tambun Rp. 300.000 | HAMDAN - Kalimalang Rp.50.000 | OSCAR HUTAHURUK - Cikumpa Rp.130.000 | REYNALDI - Bogor Rp.50.000 | JOSEPHAT JASSIN - Jakarta Rp.300.000 | VICKY VALLEY - Bekasi Rp.40.000. Bagi dermawan sekalian yang ingin turut beramal jariyah mendukung program Hidayatullah Islamic Center Bekasi dapat melakukan donasi ke rekening di tautan DONASI ANDA atau KLIK DI SINI!
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan

20 Agustus 2016

“Cahaya” Menyapa Hidayah di Kala Subuh

Iqro sabar mendengar cibiran dan ocehan teman dan tetangganya. Ia akan terus mempertahankan hidayah yang telah ia peroleh
Iqro Hidayah, berjenggot
PAGI  itu ia menyusuri padatnya lalulintas jalan Ibu Kota Jakarta. Satu persatu kantor ia jajaki, namun tak jua ia dapat pekerjaan. Sebelum berangkat melamar kerja ada seorang kerabat datang dari kampung halaman yang baru saja tiba.
Kerabat ini menyampaikan amanat pesan, bahwa ayahnya menitip pesan supaya ia segera menikah. Sebagai seorang anak, ia tau bahwa apa yang disampaikan ayahnya lewat saudaranya adalah sinyal ia harus segera hidup mandiri, tanpa harus bergantung kepada orang tua lagi.
Hari demi hari ia lalui dalam masa kuliah di sebuah kampus Islam di Jakarta. Sambil menyelesaikan kuliah, dia masih terus menapaki lorong lorong ibu kota agar mendapatkan pekerjaan yang layak, tapi tak kunjung juga menyapa .
Tibalah ia menemukan seorang saudagar kaya pemilik sebuah hotel di Jakarta. Hotel dengan 17 lantai ini adalah pemiliknya orang asli Padang. Ia sempat diwawancarai oleh pemilik hotel.
“Sebenarnya kamu asal dari mana?” tanya pemilik hotel. “Ohya, saya dari Flores Timur, NTT,” demikian jawabnya.
“Yang saya tahu di Flores mayoritas Nasrani, tetapi Anda tak menampakkan seorang Nasrani?”
” Ia pak, di kampung kami ada keluarga kami yang Nasrani tapi dari garis keturunan kakek-nenek kami tak ada satupun yang Nasrani, “ demikian jelasnya.
Alhamdulillah, akhirnya ia diterima pihak hotel dan bekerja sebagai tim supervisi keuangan. Setelah bekerja dia memutuskan menikah dengan gadis Padang.
Maklum,  ia tahu betul, di tempatnya bekerja, siapa saja bisa menginap. Kamar bisa disewa siapa saja, kapan saja selalu silih berganti orang dengan tipe dan model yang berbeda-beda. Ia harus hidup mandiri dan lagi pula takut dirinya terjerat maksiat bekerja di hotel sehingga jalan satu satunya yaitu menikah di usia muda. Waktu itu ia baru berumur 20 tahun, kenangnya. Demikian kisah Iqro’ Hidayah.
Uang setan dimakan jin…
Namun bekerja di hotel membuatnya tak nyaman.  Meski bonus dan tips boleh dibilang melimpahia mangaku, tak menemukan kebahagiaan. Keresahan terus bertambah saat ia menemukan banyak yang tak sesuai dengan hati dan pikirannya.
Dikala pesanan kamar hotel dan bonus  dari pemesan selalu ia terima tanpa sepengetahuan dari atasan. Itu  berjalan hingga beberapa tahun. Ibarat mengumpulkan banyak uang tetapi hasilnya tak begitu berkah.
Uang dan harta yang selama itu dikumpulkan habis begitu saja. Seolah tak ada keberkahan yang ia peroleh dari hasil jerih payah selama bekerja selama ini. Seolah ‘uang setan dimakan jin’, begitulah  pria kelahiran 1969 ini mengistilahkan.
Mendapat cobaan…
Hampir sepuluh tahun ia berada di Jakarta. Niat ingin memboyong anak dan istri pulang ke kampung halaman silaturahmi bersama orang tuanya, akhirnya kesampaian. Saat waktu itu anaknya baru dua. Setibanya di  Adonara, Kabupaten Flores Timur, keluarga sangat senang melihat kedatangan mereka dari tanah perantauan. Apalagi membawa istri dan anak.
Selama  sebulan di kampung, anak pertamanya mengalami sakit dan tak bisa tertolong dengan bantuan medis ala kadarnya, maklum kehidupan di kampung. Akhirnya  Allah Subhanahu Wata’ala mengambil titipanNya.
Tak kuasa air mata pun terus berlinang dari mata Iqro Hidayah beserta keluarga saat menerima cobaan. Selang beberapa pekan berada di kampung setelah anaknya meninggal, Iqro berharap bisa kembali ke Jakarta melanjutkan pekerjaannya. Namun  istrinya menolak untuk kembali ke Jakarta karena ia masih keberatan meninggalkan kampung dari suaminya itu, karena baru sepekan mendiang anaknya pergi menghadap ilahi.
Iqro pun memberikan pengertian. “Kalau saya tak bisa kerja, bagaimana nanti kita bisa makan? Ijin dari tempat  saya bekerja hanya dua bulan, sedangkan masa ijin pun akan berakhir, “jelas Iqro kepada istrinya.
Musibah datang tatkala ia tak memeuni hanji majikannya mengakhiri masa cuti. Pihak hotel memutuskan ia dikeluarkan.
Selama di kampung, bekal yang di bawa dari Jakarta pun kian menipis. Hidupnya kini berubah dari yang dulu. Yang dulu hidup serba ada, sekarang hidup serba tak ada dan tak menentu. Tak memiliki pekerjaan,  dan sempat menganggur bertahun-tahun lamanya.
Ia hanya  keluar rumah mencari perkumpulan pemain kartu,  berjudi dengan modal yang sisa sedikit.  Ia berharap ada tambahan saat bermain judi tapi sebaliknya,  uang selalu habis ludes dibuat bermain judi di kampung.
Setiap hari keresahan terus bertambah. Hidupnya terasa hambar dan tak menentu. Istrinya pun terus berkeluh kesah di hadapan sang Maha Pemberi Harapan, Allah Subhanahu Wata’ala agar ia segera dikembalikan seperti dulu.
Hidayah menyapa…
Suatu saat, ada segerombolan anak muda datang ke rumahnya untuk mengajaknya shalat di masjid. Pertama kali ia menolak diajak. Karena selama ini, dirinya tak pernah melaksanakan shalat.  Ia hanya shalat senaknya.
Lewat beberapa hari, gerombolan anak muda itu kembali menyapa. Mereka menyampaikan nasihat tentang iman dan amal yang akan kita bawa nanti. Sempat ia menolak. “Kalian jangan ajarin saya yaa..,” ujar Iqro yang pernah mengenyam pendidikan jurusan kimia ini  tak habis akal.
Tak berapa lama selepas Ashar, gerombolan anak muda itu datang kembali ke rumah Iqro Hidayah dan mengajaknya untuk shalat di masjid agar meramaikan suasana masjid kampungnya.
Akhirnya iapun menyerah dan menyampaikan bahwa besok Subuh saja ia janji ke masjid. Maklum, saat Subuh tak ada orang-orang yang tau dan melihat dirinya.
Namun salah seorang anak muda dari mereka menyampaikan. “Siapa yang bisa menjamin bapak bisa hidup hingga Subuh nanti?” Ia pun terpaksa ke masjid dengan pakaian kaos.
Sesampai di masjid adzan Magrib berkumandang. Iqro  menunaikan shalat.  Saat sholat Isya’ ia tak ke masjid. Ketika adzan Subuh berkumandang ia segera mengambil sarung dan pakaian seadanya untuk berangkat menunaikan sholat  di masjid tanpa sepengetahuan istrinya.
Usai sholat Subuh kegiatan di masjid yang diisi oleh anak muda itu adalah ta’lim, cermah singkat. Ia ikuti dari untaian mutiara Subuh kali ini. Entah, isi taklim kali ini membuatnya menyadari dosa dan kesalahannya selama ini ketika meninggalkan sholat.
Matahari di ufuk timur mulai muncul pertanda kajian Subuh telah usai, ia pun kembali ke rumah. Tetangga di sekitar rumah dan istrinya pun mulai heran dengan kelakuan suaminya hari itu.
Perlahan tapi pasti,  hidayah itu terus mengalir dalam hidupnya. Memang terasa berat tantangan awal ketika behadapan dengan teman, keluarga dan tetangganya saat dirinya sudah mulai sedikit berubah. Bahkan ada teman dan keluarganya yang mencemoohnya.
“Masa si Iqro sudah sadar?”
“Perasaan baru kemaren kita bermain judi bersamanya,” ujar yang lain.
“Jangan-jangan hanya karena kalah judi ia sadar,” tukas teman akrabnya.
Iqro Hidayahpun sabar mendengar cibiran dan ocehan dari temannya.
Ia terus mempertahankan apa yang menjadi harapannya selama ini, yaitu senanti berada dalam hidayah_Nya.
Kepada hidayatullah.com, Iqro mengaku akan terus berjuang menyadarkan orang-orang yang ada di kampungnya, sebagaimana ia dulu tersesat dari cahaya kebenaran. Iqro kini memutuskan menjadi juru dakwah,  dan aktif di Jamaah Tabligh. */Abu Zain Zaidan (NTT)
Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

26 April 2016

Mutiara Dakwah


Berikan bantuan kepada 500 santri Yatim Dhufa penghafal Qur'an , Kami berharap dengan bantuan anda kami dapat mengsukseskan para santri yang kelak berguna bagi agama dan bangsa .

Bagi anda yang mau mendukung dan turut berpartisipasi dalam membantu pengembangan program ini,
silakan salurkan zakat, infak dan shadaqah terbaik anda dengan cara:

1. Di ambil/jemput oleh petugas kami ke rumah Anda.
(Syukur: 089638134013).

2. Transfer via Rekening :
-Bank Muamalat Cab. Tambun
No. Rekening: 4960000701
A.n. Yayasan Hidayatullah Islamic Center Cikarang Bekasi.

-Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Kali Malang
No. Rekening: 7052026851
A.n. Hidayatullah (Ketua Yayasan HICB).

- Bank BNI Capem Mutiara Gading
No. Rekening: 0431912428
A.n. Hidayatullah .

- Bank BRI Cab. Karang Satria
No. Rekening: 788801003356536
A.n. Hidayatullah


Konfirmasi transfer: Ust. Fahmi (0852-8180-4909 / 0898-2232-306)
.
3. Datang langsung ke KantorSekretariat Yayasan Hidayatullah Islamic Center Cikarang Bekasi yang beralamat di:
1. Jl. Wali Songo, Perum Telaga Sakinah Blok CD 8/1, Cikarang Barat, Kab. Bekasi, JABAR.
2. Perum Cluster Alamanda blok W - 12 No. 23 Rt 004 / Rw 023 , Desa Karang Satria, Kec. Tambun Utara, Bekasi - JABAR.

Semoga apa yang diberikan bpk/ibu/sdr menjadi shadaqah jariyah dan pemberat amal kebaikan. Aaamiin ya Robbal 'alamiin.
InsyaAllah kami akan menyalurkannya sesuai dengan amanah Anda.
Jazakallahu khoiron jaza'.

16 Maret 2016

DA'I MUDA PILIHAN

DA'I MUDA PILIHAN
Training Pelatihan Dai/Khotib adalah program pengglembengan dan pembinaan dai. Program ini diadakan selama 6 bulan hingga setahun. Hingga semoga dengan program ini muncullah para dai-dai muda sehingga semakin banayak pencerah agama di masyarakat.

17 Januari 2016

Di PLN Pusat, Empat Remaja Asmat Bersyahadat

Para mualaf dari Papua itu masuk Islam tanpa paksaan, bahkan didukung keluarga masing-masing yang berlatar Nasrani.
Yopi (kanan) bersyahadat dengan bimbingan Syamsurijal Munif, Ketua Lazis PLN.

YANCE menghambur senyumnya sesemringah mungkin. Barisan gigi putih kekuningan tampak dari balik kedua bibir pria berkulit hitam itu. Ia tengah duduk lesehan bersama 3 orang sebayanya.
Keempat remaja asli suku Asmat, Papua, itu dikelilingi 500-an pria. Tapi bukan di kampung mereka. Melainkan di lantai dua Masjid at-Taqwa, kantor pusat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Jl Trunojoyo, Jakarta.
Kamis, 4 Rabiuts Tsani 1437 H (14/01/2016) itu menjadi hari istimewa. Baju koko-peci putih dan sarung yang mereka kenakan menjadi saksi. Ini adalah momentum bersejarah atas perpindahan keyakinan mereka.
Ya! Siang itu, secara berurutan, Yance (18), Yopi (16), Gerry (15), dan Hilman (15) mengucapkan dua kalimat syahadat. Satu persatu, mereka dibimbing oleh 4 orang pengurus PLN dan Lembaga Amil Zakat (Lazis)-nya.
Prosesi ini berlangsung usai shalat Zuhur, disaksikan para jamaah yang kebanyakan karyawan BUMN itu. Pengamatan hidayatullah.com, suasana haru campur bahagia menyelimuti masjid tersebut. Beberapa kali pekikan takbir jamaah memenuhi ruangan.
Pengislaman ini diprakarsai dan didampingi oleh Ketua Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN), Ustadz Fadlan Garamatan, serta Kepala Suku Asmat Besar, Umar Abdullah Kayimter.
Asyhadu alla ilaha ilallah, wa asyhadu anna Muhammadarrasulullah. Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah,” ujar Yance yang bersyahadat cukup lancar, dibimbing oleh Helmi Najamuddin, Kepala Keselamatan dan Kesehatan Kerja PLN.
Menyusul kemudian Yopi, ia bersyahadat dengan bimbingan Syamsurijal Munif, Ketua Lazis PLN. Lalu Gerry oleh Herry Hasanuddin (Ketua Bidang Koordinasi dan Kerjasama Strategis Lazis PLN).
Sementara Hilman dipandu Heru Sri Widodo, General Manager PLN UIP 1 Medan yang sedang ada urusan di Jakarta.
Usai itu, atas permintaan Fadlan, keempat pengurus PLN tersebut memberi nama sesuai keinginannya kepada masing-masing mualaf yang dibimbingnya.
Di Balik Nama Baru
Selepas pemberian nama, tuan rumah memberikan hadiah dan bingkisan perlengkapan Muslim kepada para mualaf. Lazis PLN mengagendakan memberikan mereka beasiswa pada Jumat (15/01/2016) siang.
“Untuk anak-anakku ini, dari Lazis PLN menyampaikan hadiah Rp 5 juta. (Penyebutan) ini bagian dari transparansi (penggunaan dana),” ujar Syamsurijal.

Para mualaf (bawa bingkisan) foto bersama Fadlan, Umar, serta para pengurus PLN. [Foto: Syakur]
Para jamaah pun menghadiahkan mereka dengan salaman, pelukan, dan cipika-cipiki. Terlihat pula seorang karyawan memberikan mereka uang tunai ratusan ribu rupiah.
Siang itu, diiringi doa para jamaah, Yance berganti nama menjadi Muhammad Yusuf, Yopi jadi Muhammad Ismail, Gerry jadi Muhammad Iqbal, dan Hilman jadi Muhammad Hanif.
Nama baru Yance dan Yopi mengambil spirit dari nama Nabi Yusuf dan Nabi Ismail. Sedangkan nama Iqbal, kata pemberinya, dipilih sebagai doa agar sang pemilik menjadi orang yang cerdas.
“Saya suka nama Nabi Ismail. Dia berkurban, kemudian dia orang yang taat kepada orangtuanya, orang yang teguh. Jadi saya harapkan Yopi seperti Nabi Ismail,” ujar Syamsurijal.
Seakan menguji, ia lantas bertanya kepada Yopi, “Siapa namanya?”
“Muhammad Ismail,” jawab Yopi alias Ismail dengan mantap tapi agak pelan.
Sementara Heru punya alasan tersendiri. Kata dia, karena nama Hilman dan nama Heru sama-sama berawalan H, maka dia memberi mualaf yang dibimbingnya itu nama Hanif.
“Hanif seperti (nama) anak saya yang pertama,” ujarnya sedikit berguyon disambut tawa kecil sebagian hadirin.
Setiap selesai pemberian masing-masing nama itu, jamaah berbarengan mendoakannya dengan bacaan Surat al-Fatihah.
Selama ini, keempat remaja itu hanyalah lulusan Sekolah Dasar. Di tempat asal, Kampung Peer, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, mereka tak tentu profesi. Kadang melaut, kadang menganggur. Tak heran jika mereka belum bisa berbahasa Indonesia dengan baik.
Seorang reporter media online yang hendak mewawancarai mereka saat itu sempat menceletuk, “Saya menanyakan umurnya aja susah banget dijawab.” Fadlan pun menjadi juru bicara ke wartawan.
Didukung Keluarga Nasrani
Fadlan menjelaskan, para santrinya itu baru tiba di Jakarta, Selasa (12/01/2016) lalu. Dalam proses pembinaan sebagai mualaf, mereka dimasukkan ke Pondok Pesantren Nuu Waar di Bekasi, Jawa Barat, yang dikelola AFKN.
Lembaga dakwah khusus anak-anak Papua ini memang memiliki kerjasama dengan Lazis PLN, yang telah cukup perhatian terhadap para santri Nuu Waar. “Lazis PLN telah memberikan beasiswa 76 santri Irian selama tahun 2016 ini,” ujarnya mencontohkan kepadahidayatullah.com usai acara.
Nantinya, setamat dari pesantren, Fadlan menargetkan, mereka dipulangkan untuk menghidupkan kampungnya dengan sosok dan jiwa baru, bersama cita-cita masing-masing.
“Harapannya ke depan mereka ini akan tampil menjadi anak bangsa yang gagah, pintar, cerdas, dan hebat. Sehingga memahami Islam yang ada dengan kuat dan menjaga NKRI di belakang sana (Papua. Red)” ujarnya.
Para remaja berlatar keluarga Nasrani itu tentunya masuk Islam karena hidayah AllahSubhanahu Wata’ala. Selain tanpa paksaan, kata Fadlan, juga didukung keluarga mereka.
Berdoa untuk kebaikan para mualaf Asmat, Papua. [Foto: Syakur]
Usai bersyahadat, Yusuf, Ismail, Iqbal, dan Hanif bersantap siang bareng di lantai dua ruang kantor masjid. Seorang dari mereka pun mengambil beberapa tangkai buah anggur dari atas meja, lalu menikmatinya.
Kenikmatan hidangan yang dirasakan itu, akan jauh lebih dahsyat, jika mereka mampu mencicipi Islam dengan keistiqomahan. Sebagaimana harapan Syamsurijal dalam doanya saat di masjid; “Mudah-mudahan diberikan keberkahan yang melimpah, kemudian bersama-sama (kita) masuk ke syurga. Aamiin!.”*
Rep: Muh. Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Biarkan Sejarah Berbicara, Sibukkan Amal dan Ibadah

ilustrasi: Street Dakwah di Malaysia
Oleh: Guntara Nugraha Adiana Poetra

DAHULU, para Nabi dituduh tukang sihir, orang gila, ditawan hingga dibunuh secara keji. Tiada utusan Allah, kecuali mereka mendapat intimidasi maupun propaganda yang teramat hebat dari musuhnya.

Nabi Nuh diolok-olok,
Nabi Ibrahim terusir,
Nabi Musa dibuat jengkel,
Nabi Harun hampir saja mau dibunuh,
Nabi Su’ya dibunuh,
Nabi Armia dipenjarakan,
Nabi Zakaria dan Yahya dibunuh secara keji,
Maryam binti Imran dituduh berzina
Nabi Isa dihancuran karakternya dan menjadi DPO untuk disalib,
Nabi Muhammad diracun hingga membuatnya sakit keras, kemudian meninggal dunia
Masih banyak lagi kisahnya jika hendak diurutkan, setelah era para Nabi, kejadian tetap sama, para sahabat pun mendapat ujian hebat.
Umar bin Khatab dibunuh,
Utsman bin Affan dibunuh,
Ali bin Abi Thalib dibunuh, hingga kini tiada yang tahu dimana kuburannya berada
Hasan diracun,
Husain dibunuh secara keji dan masih banyak lagi kisah-kisah kaum muslimin yang membuat anda berpikir.
Inilah fakta sejarah, coba renungi sejenak, ada apa gerangan, bukankah mereka manusia-manusia terbaik yang hadir di muka bumi, jika dibandingkan dengan kita, perbandingannya antara langit dan bumi, sangat jauh, bahkan tidak pernah bisa disamakan.
Sejarah tidak pernah berubah, hanya saja kekurangan kita yang membuat berubah dalam memahami sejarah, kata kuncinya bukan what is behind, tapi who is behindThat quite enough!
Baiklah, sebelum kita membuka kata kunci who is behind, baiknya kita fahami kembali sebuah keniscayaan, jika para Nabi dan orang-orang yang mulia saja tidak lepas dari berbagai tuduhan dan ancaman.
Bagaimana dengan kita umat akhir zaman?
Kini, para ulama yang disebut dengan pewaris para Nabi, juga mengalami hal yang sama. Mereka dituduh teroris, penyebar fitnah dan pemecah belah. Dakwahnya dituduh melahirkan radikalisme dan intoleransi. Ada apa sebenarnya?
Pertanyaan ini yang sebenarnya sering hadir di benak kita
Jika kita membiarkan sejarah berbicara, maka kita akan menemukan para pembangkang diantaranya Bani Israil atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan Yahudi, para penguasa zalim penganut paganism, penyembah setan , para pelaku maksiat, orang-orang bodoh, sombong dan sejenisnya.
Mereka itulah sebenar-benar perusak, pembuat kekacauan, pembantah para Nabi dan juga pembunuh para Nabi. Apapun literatur yang Anda baca, pasti muaranya pasti akan kesana.
Dalam kehidupan dunia, memang akan ada dua pergulatan hebat (antara hak dan batil).  Masing-masing kubu akan saling membela. Namun Allah akan bersama kubu yang haq, Setan pemimpin orang-orang tersesat.
Dahulu Rasulullah Muhammad dimusuhi. Ajarannya dianggap sihir. Para pembencinya datang dari orang-orang kafir Quraisy dan para penyembah Latta dan Uzza.
Tapi hari ini, para pencela Islam  jauh lebih modern. Media informasi ikut sebagai aksesori dan menjadi penunjangnya. Memang benar, kejahatan yang terorganisasi akan mengalahkan kebaikan yang diam membisu.
Kisah Para Nabi
Kami akan sedikit mengajak Anda semua kepada kisah sejarah ribuan tahunan yang lalu, sebagai salah satu kunci jawaban, sebutlah kisah ini tentang Nabi Isa, Nabi Musa dan kisah Iblis. Ambil pelajarannya.
Dalam perjalanan hidup Nabi Isa Alaihissalam, ia banyak memiliki karunia, diberi kenabian beserta mukjizat. Kelebihan ini yang membuat kalangan Yahudi mendengki, begitu juga para penguasa Romawi. Mereka takut eksistensinya tergeser pengaruh Isa yang menyeru untuk menyembah Allah Subhanahu Wata’ala semata dengan segala keutamaan yang dimilikinya.
Jika kita cermati, kedengkian para elit (penguasa Romawi) sangat wajar, apalagi bersinggungan dengan ideologi mereka sebagai penyembah berhala. Ketika pengaruh superior mulai terusik dengan pendatang baru, biasanya mereka tidak senang, maka apapun cara akan dihalalkan guna menjatuhkan lawan, bahkan memusnahkannya.
Besarnya fitnah yang menimpa Isa di waktu kecil, membuat Maryam begitu kawatir hingga akhirnya ia memutuskan untuk membawanya ke negeri Mesir dan menetap di sana sampai ia berusia sekitar dua belas tahun.
Maka tak heran jika hari ini kita dapati para penganut Kristen Koptik (Kristen Qibty) di Mesir dan kawasan sekitarnya, mereka begitu bangga dengan ajaran koptiknya, mereka meyakini ajaran yang dianutnya masih murni sebagaimana yang dibawa Nabi Isa dan Ibunya tatkala melarikan diri dari kejaran tentara Rowami.
Hari besar mereka bahkan bukan di bulan Desember, namun bulan Januari. Para pemuka agamanya rata-rata berjenggot, berpakaian serba hitam, memakai penutup kepala berbentuk melingkar besar, jauh berbeda dengan para pastur maupun pendeta dan para pemuka agama di Vatikan.
Bangunan gereja pun berbeda dengan gereja pada umumnya, karena ia memiliki kubah besar seperti Masjid Hagia Shopia di Istanbul Turki.
Belajar dari kisah Fir’aun yang mengaku tuhan di era Nabi Musa, ia begitu takut kekuasaannya diambil alih Bani Israil, menimbang kuantitas dan pengaruh mereka yang semakin kuat di negeri Mesir sepeninggalan Nabi Yusuf. Alhasil Fir’aun melakukan genoside terhadap mereka. Alasannya hanya satu yaitu kawatir eksistensi mereka sebagai warga pribumi terusik oleh para pendatang, tak hanya itu merekapun ditindas dan dijadikan budak secara turun temurun.
Kisah lain tentang terusirnya Iblis dari Surga, bukan semata-mata karena ia diciptakan dari Api, sedangkan Adam dari tanah, namun ada faktor mendasar lain yaitu eksistensi Iblis sebagai calon penguasa tunggal bangsa jin di muka bumi akan sirna jika ia bersujud kepada manusia yang dihadirkan Allah Ta’ala sebagai khalifah.
Dari sini sebagian kalangan berpendapat bahwa Iblis berasal dari bangsa Jin yang durhaka, sebagian lain berpandangan bahwa ia bagian dari malaikat.
(50). وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗأَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚبِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali iblis. dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.” (QS. Al Kahfi: 50)
Jadi kita tidak perlu heran, biarkan sejarah yang berbicara, sejak dahulu, para pendengki, superior, Yahudi, penganut paganisme, pelaku maksiat selalu dan akan tetap berbuat kerusakan sampai kapanpun dan dimanapun.
Dahulu dan kini, kesalahan yang membuat manusia ditindas, difitnah, dihujat dan diperangi hanya karena mereka berkata Tuhan kami Allah yang Maha Perkasa dan Terpuji, kemudian mereka konsisten di jalanNya dengan mengikuti sunnah NabiNya, mengajak kepada yang ma’ruf dan menolak kemungkaran. Itu saja, tiada yang lain!
Hari ini isu radikalisme dan terorisme rajin digembor-gemborkan. Hal seperti itu ada yang bentuk pesanan, tergantung siapa dalang di belakang layar (who is behind). Kita hanya butuh sedikit kecerdasan untuk membuka tabir sehingga tidak termakan istilah menyesatkan di era global.
Berbagai dukungan terus digalang, mencari pembenaran sesuai selera dan hawa nafsu, beginilah keadaan para pembantah yang ingin melenyapkan kebenaran dengan cara batil namun dibungkus dengan nuansa formal.
Sebab, apapun alasannya, pembunuhan, kezaliman, kebodohan, perpecahan tidak bisa dibenarkan dalam ajaran Islam yang lurus lagi benar. Sejak kapan Islam berubah haluan menjadi para peneror? Mungkin sejak media dikuasai Barat terus menebar fitnah dan sejak mereka memanfaatkan kebodohan umat Islam yang mudah terbawa arus dan subhat.
Cukup firman Allah Ta’ala bagi kita:
قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ وَإِنَّا أَوْ إِيَّاكُمْ لَعَلَى هُدًى أَوْ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah”, dan Sesungguhnya kami atau kamu pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Saba: 24).*
Mari kita sibukkan beramal shalih, tidak berhenti berdakwah, hatta, fitnah zaman makin gencar.*
Penulis dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung
Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

7 Februari 2015

Pelacuran dengan Kedok Iklan Biro Jodoh Syariah di Internet

Disebutkan selain syarat aneh yang sudah ditulis di atas, lainnya yakni menyediakan istri di bawah umur untuk yang phaedofil dan juga istri boleh dipukul. Kemudian disediakan khamar serta sejumlah syarat yang amat jauh dari nilai Islam.
Tertulis (tarif) maskawin short time dan long time.
MUI menilai apa yang ditulis di laman itu jauh dari nilai Islam.
Diduga pembuatnya memang sengaja memancing emosi Umat Islam.
Inilah beritanya.
***

Syariaheaven.Biz.Ly, Penawaran Iklan Biro Jodoh Syariah yang Menyesatkan

POSTED BY KRISTIAN AMBARITA ⋅ FEBRUARI 2, 2015
FILED UNDER  KASUS HUKUM
Kini tengah ramai di media sosial mengenai iklan biro jodoh syariah yang beralamat di syariaheaven.biz.ly menawarkan pernikahan singkat yang menyesatkan. Bahkan situs itu menawarkan paket perjodohan bagi laki-laki lajang maupun pria yang hendak menambah istri dengan membeli paket seharga Rp2 miliar.
Beragam paket yang berharga tinggi ini juga dibumbui dengan tawaran yang membuat heran karena terkesan vulgar dan seperti ajang prostitusi meski dibumbui dengan sejumlah aturan dan syarat. Situs tersebut agaknya dibuat pada 2010 lalu, namun netizen kembali ramai melemparnya ke sosial media.
“Anda ingin menikmati surga dunia AwlohSWT tanpa perlu dihukum di neraka akhierat? Bagi anda yang masih lajang ataupun beristri kurang dari empat, kini telah hadir Biro Jodoh Syariah,” demikian kata pembuka di laman biro jodoh itu.
Kemudian berturut-turut sejumlah hal ditawarkan, antara lain bahwa menikah tidak perlu sepengetahuan istri tua. Dan untuk menikah tinggal datang ke biro jodoh tersebut. Biro jodoh syariah itu menjamin kalau calon istri sudah melewati seleksi ketat dan memiliki wali yang sah.
Untuk mas kawin cukup Rp 2 juta untuk short time 3 jam, atau Rp 10 juta long time. Penghulu dan saksi, serta ruangan untuk bulan madu juga disediakan.
Namun, biro jodoh yang mengatasnamakan syariah ini memang banyak keanehan. Disebutkan selain syarat aneh yang sudah ditulis di atas, lainnya yakni menyediakan istri di bawah umur untuk yang phaedofil dan juga istri boleh dipukul. Kemudian disediakan khamar serta sejumlah syarat yang amat jauh dari nilai Islam.

Diduga pembuatnya memang sengaja memancing emosi umat islam. Di situs ini hanya ada alamat email saja, tak ada yang lain. Laman di situs itu pun hanya satu halaman, ya halaman provokasi soal biro jodoh syariah itu saja. Situs itu diketahui teregister di juno online service dan server berada di London, Inggris. Domain itu juga gratisan alias tak berbayar, jadi siapapun bebas memakainya.
Entah siapa yang membuat laman ini. Pastinya Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras. MUI menilai apa yang ditulis di laman itu jauh dari nilai islam.

“Islam sangat menghormati lembaga pernikahan. Salah satu prinsip dasar dalam pembangunan hukum Islam adalah menjaga kehormatan diri dan keturunan. Apa yang beredar itu jelas tidak sesuai dengan prinsip dasar itu. Tujuan pernikahan bukan sekedar hasrat pelampiasan hasrat seksual,” jelas Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam, seperti diberitakan Detik.com

Niam juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan tak mudah terpancing dengan provokasi seperti yang disampaikan biro jodoh tersebut./ http://anekainfounik.net/
Dikutip dari: nahimunkar.com

28 Januari 2015

2 Ulama Zuhud Belajar dari 2 Anak Kecil Tentang Dunia

ABU MUSA ATH THURSUSI seorang ulama zuhud mengisahkan, bahwa suatu saat Fath Bin Said Al Maushili yang juga seorang ulama zuhud  mendapati dua anak kecil. Salah satu dari anak itu membawa roti yang dioles madu, sadangkan satunya membawa roti tanpa madu.
Saat itu, anak yang membawa roti tanpa madu berkata kepada anak yang membawa roti bermadu,”Beri aku makan dengan rotimu”.
Anak yang membawa roti madu itu pun menjawab,”Baik, aku akan memberimu makan, asalkan engkau jadi anjingku”.
Si anak kecil yang meminta roti madu pun menjawab,”Baik!” Lalu si pembawa roti madu memberinya roti lalu ia mengaitkan tali di mulut anak itu kemudian menariknya.
Melihat peristiwa itu Fath bin Said Al Maushili berkata,”Seandainya engkau ridha dengan roti yang engkau miliki, maka engkau tidak akan menjadi anjing”. Abu Musa Ath Thursusi pun mengatakan,”Itulah dunia”. (Hilyah Al Auliya, 8/293)
Rep: Sholah Salim
Editor: Thoriq
Dikutip dari : Hidayatullah.com

23 Januari 2015

Raja Saudi Wafat Warga Saudi Antarkan Abdullah ke Peristirahatan Terakhir


CNN Indonesia
RiyadhCNN Indonesia -- Warga Arab Saudi berkumpul di Mesjid Besar Riyadh untuk mengucapkan salam perpisahan kepada Raja Abdullah bin Abdulaziz al Saud, yang wafat pada Jumat (23/1) pagi waktu setempat, pada usia 90 tahun.

Raja Abdullah wafat setelah beberapa minggu dilaporkan masuk rumah sakit akibat menderita pneumonia.

Seperti dilaporkan Reuters, jenazah Raja Abdullah akan disemayamkan dalam sebuah makam tak bertanda pada Jumat (23/1), beberapa jam setelah Raja Salman diumumkan akan menggantikan Raja Abdullah untuk memimpin Arab Saudi.


Sesuai dengan hukum Islam, jenazah Abdullah dibungkus kain kafan sederhana berwana putih dan dibawa menuju Mesjid Besar Riyadh diiringi dengan keluarga dekat untuk dishalatkan, sebelum dimakamkan.

Pemanjatan doa akan dipimpin oleh Raja Salman dan dihadiri oleh sejumlah kepala negara Islam dan tokoh senior lainnya, termasuk Presiden Mesir, Abdul Fattah al-Sisi, salah satu sekutu terdekat Raja Abdullah paska Revolusi Musim Semi Arab.

Sementara, sejumlah tokoh non-Muslim dikabarkan akan memberi selamat kepada Raja Salman dan penunjukkan putra mahkota baru, Pangeran Muqrin bin Abdulaziz, dalam beberapa hari mendatang.

Raja Salman dan Pangeran Muqrin akan menerima janji setia dari anggota keluarga kerajaan, ulama Wahhabi, kepala suku, sejumlah pengusaha dan tokoh penting lainnya pada malam hari.

Dalam aliran Wahabi yang dijunjung oleh masyarakat Arab Saudi yang mayoritas Muslim Sunni, mengungkapkan karena kematian dianggap tidak baik. Kematian Raja Saudi dan anggota kerajaan lainnya sebelumnya tidak membuat negara ini menyatakan masa berkabung. Bendera negara pun akan dikibarkan dengan penuh, tidak setengah tiang.

Semasa hidupnya, Abdullah dikenal sebagai seorang raja reformis yang dicintai rakyatnya karena kesederhanaan dan kepeduliannya.

Raja Abdullah merupakan raja yang populer, utamanya sejak melakukan reformasi yang bertujuan untuk memangkas gaya hidup mewah keluarga kerajaan dan mengatasi pengangguran muda dengan meliberalisasi perekonomian demi menstimulasi pertumbuhan sektor swasta.

Dalam ulasan Reuters disebutkan, Abdullah bin Abdulaziz, yang lahir tahun 1924, memimpin Kerajaan Saudi sejak 2006 menggantikan Raja Fahd yang mangkat. Namun sebenarnya, selama satu dekade sebelumnya, dia telah menjadi pemimpin de facto Kerajaan Arab Saudi.

Raja Salman, yang meneruskan tampu pemerintahan Suadi, merupakan adik Abdullah. Raja berusia 79 tahun ini telah menjadi putra mahkota dan menteri pertahanan sejak 2012. Sebelumnya, ia adalah gubernur provinsi Riyadh selama lima dekade.

Ucapan belasungkawa dari sejumlah negara

Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita atas meninggalnya Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz di Riyadh pada Jumat (23/1). Pemerintah Indonesia juga mendoakan Abdullah dan rakyat Saudi.

"Indonesia mendoakan semoga Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Penyayang memberikan pengampunan dan kedamaian kepada Almarhum Raja Abdullah Bin Abdul Aziz Al-Saud serta memberikan ketabahan dan kekuatan kepada seluruh keluarga kerajaan dalam menghadapi takdir Illahi ini," ujar pemerintah Indonesia dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) hari ini, Jumat (23/1).

Sementara, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menunda kunjungannya ke Somalia untuk menghadiri pemakaman Raja Abdullah.

"Kami telah memutuskan untuk mengunjungi Riyadh saat ini. Namun, kami juga akan melanjutkan rencana kami mengunjugi Djibouti dan Somalia," kata Erdogan dalam siaran langsung di televisi pemerintah TRT, dikutip dari Reuters, Jumat (23/1).

Selain itu, Pesiden Amerika Serikat Barack Obama menyampaikan belasungkawa atas kematian Raja Arab Saudi, Jumat (23/1). Menurut Obama, Abdullah adalah raja pemberani yang berkontribusi besar bagi perdamaian dunia.

"Dengan segala hormat saya haturkan belasungkawa secara pribadi dan simpati dari rakyat Amerika kepada keluarga Raja Abdullah bin Abdulaziz dan rakyat Arab Saudi," kata Obama, dikutip Reuters.

Istana Kepresidenan Elysee Perancis turut menyatakan belasukangkawa dengan merilis pernyataan yang menyebutkan Raja Abdullah merupakan negarawan yang karyanya sangat berpengaruh terhadap sejarah Saudi.

"Visi perdamaian Raja Abdullah yang adil dan abadi di Timur Tengah akan terus dikenang dang relevan. Kepala negara Perancis mengungkapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada warga Saudi dan menyatakan komitmennya untuk terus mempertahankan persahabatan kedua negara," bunyi pernyataan dari Istana Kepresidenan Elysee, dikutip dari Al-Arabiya, Jumat (23/1).

Perdana Menteri Inggris, David Cameron memuji mendiang Raja Abdullah sebagai tokoh yang memperkuat dialog antar-agama di seluruh dunia. Sementara, Perdana Menteri Kanada, Stephen Harper memuji almarhum Raja Abdullah sebagai pembela perdamaian.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyatakan belasungkawa dengan menyatakan "tokoh pemimping yang kuat telah pergi".

Raja Maroko Mohammad VI memuji Raja Abdullah sebagai orang yang yang mendedikasikan hidupnya untuk memimpin dunia Arab.

Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi dan Raja Yordania, Abdullah juga memutuskan untuk mengakhiri kunjungan mereka ke Forum Ekonomi Dunia di Davos agar dapay menghadiri pemakaman Raja Abdullah.

"Warga Mesir tidak akan melupakan Raja Abdullah yang bersejarah," tulis pernyataan resmi dari Istana kepresidenan Mesir, dikutip dari Al-Arabiya.


(ama/ike)

20 Januari 2015

Kapten Pilot Abdul Rozak


FOTO: KASKUS
Sebaik-baiknya Rumah, Ada Anak Yatim di Dalamnya
Sebaik-baiknya rumah adalah yang terdapat anak yatim di dalamnya. Begitu salah satu sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW). Sabda itu menjadi inspirasi Abdul Rozak (51) dan Istiqomah (48), sepasang suami istri yang tinggal di Tangerang, Jawa Barat.
Keluarga ini sangat ingin mengasuh anak yatim di rumahnya. Bukan karena tidak dikaruniai anak. Pasangan pilot dan mantan pramugari ini telah diberi momongan empat anak. Mereka mengasuh anak yatim, semata-mata ingin melaksanakan ajaran Rasulullah SAW.
Maka pada tahun 2000, saat menunaikan umrah, Abdul Rozak berdoa sungguh-sungguh agar keinginannya dikabulkan. Nah, apakah Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) mengabulkan doanya itu? Lalu, apa hubungannya dengan kecelakaan pesawat terbang yang dialami Abdul Rozak pada tahun 2002? Berikut ini wawancara reporter Suara Hidayatullah, Ibnu Syafaat, dengan pria kelahiran Kudus Jawa Tengah itu.
Apakah doa Anda dikabulkan Allah SWT?
Sepuluh hari setelah saya kembali dari umrah, doa saya dijawab oleh Allah Ta’ala.
Ceritanya bagaimana?
Ketika itu ada seorang tukang kebun dari kampung sekitar komplek perumahan tempat saya tinggal, yang dikaruniai anak. Namun saat melahirkan bayi itu, si ibu meninggal dunia dan si ayah merasa tidak sanggup merawat anak tersebut. Sebelumnya saya tidak berpikir untuk mengasuh anak yatim berupa bayi yang baru saja lahir. Oleh karena itu, saya menawarkan anak tersebut pada beberapa keluarga yang sebelumnya mengutarakan niat untuk mengadopsi anak.
Ternyata tak satu pun yang datang mengambil anak tersebut untuk diadopsi. Saya lalu tersadar, mungkin ini adalah jawaban dari Allah dan amanah yang diberikan-Nya supaya saya menjaga dan merawatnya. Anak tersebut lahir dan mulai saya rawat sejak tahun 2000. Sekarang umurnya sudah delapan tahun.
Apa yang Anda rasakan setelah mengasuh anak yatim?
Sangat berat, meskipun kami sudah berupaya untuk menerimanya seikhlas mungkin. Anak kami yang kelima ini sangat menguji kesabaran, mood-nya seringkali berubah. Perilakunya sesuai dengan suasana hatinya. Bila hatinya sedang lunak, ia akan dengan senang hati menuruti apa yang kami katakan. Namun, bila hatinya sedang keras, menghadapi tingkah lakunya sungguh membutuhkan kesabaran yang tinggi.
Kami juga kadang serba salah menghadapinya. Sebab, kalau anak sendiri bisa saja kami berlaku keras kepadanya, tetapi dia bukan anak kami, jadi tidak mungkin berlaku keras padanya.
Apapun yang terjadi, kami menyadari banyak balasan yang dikaruniakan Allah pada kami sehubungan dengan membesarkan anak yatim di rumah, salah satunya adalah diselamatkannya saya dalam kecelakaan pesawat terbang.
Bagaimana kecelakaan itu terjadi?
Saya membawa pesawat Boeing 737-300 milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia rute bandara Selaparang, Lombok – bandara Adi Sucipto Yogyakarta.
Pada ketinggian 23.000 kaki, pesawat memasuki awan hitam tebal yang mengandung petir dan menutupi pandangan mata. Ini berbahaya. Tidak ada pilihan lain kecuali menembusnya. Tiba-tiba mesin pesawat dua-duanya mati. Saya menyalakan generator untuk menghidupkan kembali kedua mesin yang mati tersebut, tetapi yang terjadi justru electricity power rusak. Pesawat lalu meluncur turun ke ketinggian 8000 kaki.
Saat pesawat meluncur itu, saya sudah berulang kali mengirim pesan, ”Mayday...mayday!” Tetapi jawaban tak kunjung datang dan akhirya saya pasrah kepada kehendak Allah. Ketika kepasrahan itu menyeruak di relung hati saya yang paling dalam, saya kemudian bertakbir, ”Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!”
Subhanallah, tiba-tiba pesawat itu keluar dari kurungan awan dan saya bisa melihat dengan jelas apa yang ada di hadapan saya. Saya sungguh merasa bahwa yang mengeluarkan pesawat saat itu dan kemudian menahan pesawat tetap stabil di udara tak lain adalah kekuasaan Allah, sebab mesin pesawat saat itu sama sekali tidak berfungsi.
Yang ada dalam benak saya saat itu adalah tumpukan dosa dan bayang-bayang kematian. Namun, saya menyadari bahwa kewajiban saya adalah membawa seluruh penumpang tetap dalam keadaan selamat. Keputusan yang kemudian saya ambil adalah menjadikan Bengawan Solo sebagai run way pendaratan. Ini juga sepenuhnya berasal dari Allah.
Saya tidak tahu darimana asalnya kekuatan yang bisa membuat saya memutar pesawat agar tidak menabrak jembatan besi yang membentang di sungai tersebut, kecuali juga dari Allah, sebab power pesawat sudah mati. Allah pula yang menuntun saya untuk mendaratkan pesawat di sisi dangkal sungai yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya, sementara di sekitarnya kedalaman sungai kurang lebih 10 meter. Tentu bisa dibayangkan apa yang terjadi bila pesawat salah mendarat. Kesalahan itu akan membawa seluruh penumpang dan awak pesawat menemui ajalnya.
Apa hikmah yang Anda temukan dari kecelakaan itu?
Setelah kecelakaan itu berlalu dan saya mencoba merenungkan kembali kira-kira pesan apa yang ingin Allah sampaikan melalui peristiwa tersebut dan mengapa saya diselamatkan, saya merasa mungkin Allah menginginkan saya lebih bersyukur dan memanfaatkan waktu yang masih diberikan pada saya untuk merawat anak yatim itu sebaik-baiknya.
Apakah peristiwa tersebut kemudian mempengaruhi kehidupan Anda dan keluarga?
Saya jadi lebih berhati-hati dalam mengarungi kehidupan. Sedikit saja saya mulai melenceng dari jalur, nurani saya segera mengingatkan. Kontrol diri saya terhadap perbuatan yang mengundang murka Allah semakin kuat. Mungkin inilah dampak positif yang dirasakan oleh orang yang pernah merasakan dekat dengan ajal. Saya semakin bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah.
Bagaimana kedekatan Anda dengan keluarga di tengah jadwal terbang yang begitu padat?
Saya berusaha memanfaatkan waktu di rumah untuk mendekatkan hati pada seluruh anggota keluarga. Biasanya saya terbang selama enam hari dan dua hari di darat. Waktu dua hari pun tidak sepenuhnya bisa di rumah karena terkadang harus tetap ke kantor. Waktu yang sempit itulah saya gunakan untuk menguatkan pemahaman agama pada keluarga.
Punya kiat khusus mendidik keluarga, terutama anak-anak?
Saya tanamkan pondasi agama yang kuat pada keluarga. Jika agama yang dimiliki sudah tertanam kuat, tidak akan ada masalah yang tidak dapat diselesaikan dalam kehidupan. Karena itu, saya agak keras mendisiplinkan ajaran agama pada anak-anak, seperti keharusan shalat di masjid bersama saya, bila saya ada di rumah.
Anak pertama dan kedua saya selama enam tahun menjalani pendidikan di pesantren, yang ketiga pernah bersekolah di sekolah Islam (boarding school). Hanya yang keempat yang lebih memilih untuk di rumah. Walau demikian, saya selalu menekankan pada anak yang keempat tentang disiplin beragama.
Anda terlihat sangat religius, padahal banyak anggapan bahwa profesi pilot lebih dekat dengan kemewahan dan dunia gemerlap?
Mungkin bagi sebagian pilot, anggapan itu benar. Namun, anggapan itu juga salah untuk sebagian pilot lainnya. Saat mengudara ribuan kaki di atas langit tak ada orang yang bisa menolong bila terjadi kecelakaan. Bisa terbang dan mendarat dengan selamat itu kemungkinannya hanya beberapa persen, selebihnya adalah kemurahan Allah. Kesadaran inilah yang mungkin belum dimiliki oleh pilot-pilot yang masih lekat dengan duniawi.*Suara Hidayatullah, JUNI 2008

24 Desember 2014

Pembagian Raport TPQ Al-Madinah




Alhamdulillah, pembagian raport TPQ Al-Madinah sudah berlangsung kemarin (jum'at/19-12-14). Anak-anak terlihat sangat senang karena selain mendapatkan raport juga mendapatkan hadiah dari para gurunya.
Dibawah asuhan para guru yang sangat mencintai murid-muridnya, para santri TPQ Al-Madinah tumbuh dan berkembang dengan baik.
Dengan pembagian raport ini, para wali santri dapat mengetatui prestasi-prestasi yang di capai oleh anak-anaknya. Para gurupun menjadi antusias karena ini akan jadi tolak ukur untuk meningkatkan kinerja untuk membantu mendongkrak prestasi para anak didik.
Marilah sebagai saudara muslim, mari kita mendukung program-program yang serupa sebagai bukti bahwa kita ikut ambil bagian dalam bangkitnya peradaban islam.

20 Desember 2014

Ayo belajar Digitalpreneur...



Belajar..belajar...dan belajar...
Itulah spirit semangat teman-teman Hidayatullah Bekasi dalam rangka meningkatkan kemampuan dan ilmu. 
Hari ini, sabtu 20 Desember 2014 Tim Sekertariat mengikuti training  Digitalpreneur di Kantor  Pusat Syabab Hidayatullah, Depok.
Dibawah coaching Mr. Ainuddin teman-teman diasah kemampuan dan kompetensinya dalam bidang internet dan media sosial.

17 Desember 2014

Kunjungan Dari BMH Bekasi



     Al-Imaam Al-Bukhaariy rahimahullah berkata :
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي يَعْقُوبَ الْكِرْمَانِيُّ، حَدَّثَنَا حَسَّانُ، حَدَّثَنَا يُونُسُ، قَالَ مُحَمَّدٌ هُوَ الزُّهْرِيُّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: " مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ "
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abi Ya’quub Al-Kirmaaniy[1] : Telah menceritakan kepada kami Hassaan[2] : Telah menceritakan kepada kami Yuunus[3] : Telah berkata Muhammad – ia adalah Az-Zuhriy[4] - , dari Anas bin Maalik radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang suka diluaskan rizkinya dan ditangguhkan kematiannya, hendaklah ia menyambung silaturahim” [Shahiih Al-Bukhaariy no. 2067].
 Dengan mengambil spirit hadist di atas,hendaknya setiap muslim senantiasa menyambung tali silaturahim kepada keluarga, saudara, teman sahabat, tetangga, dan yang lainnya. dengan harapan kita diluaskan rizkinya dan di tangguhkan kematiannya( diberkahi umurnya).
   Dan sepertinya itu yang menjadi landasan utama bagi BMH Bekasi untuk bersilaturahmi ke Pessantren Al-Qur'an & Wirausaha Hidayatullah Bekasi. Selain untuk bersilaturahmi tentu BMH sebagai penyalur zakat, infaq, sodaqoh dan lain sebagainya juga menjalin kemitraan dengan pesantren untuk saling mendukung program-program untuk membangun peradaban islam dan pemberdayaan ummat.

16 Desember 2014

Pejuang sejati Yang Cinta Al-Qur'an



pada hakikatnya dunia ini adalah fanah berisfat sementara, dan pada hakikatnya pula manusia itu di ciptakan sebagai hambah.
kebenaran hakikat dari kehambaan kepada Allah adalah ketaatan, kepatuhan, dan ketundukan kepada Allah semata tampa meduakannya atau berbuat syirik. hambah Allah adalah manusia yang taat, tunduk, patuh kepada Allah.jadi sebagai hambah manusia harus beribadah kepada Allah semata dan menjauhi apa yang di larangnya. pengamdian hambah ini harus di lakukan dengan ikhlas, tampa paksaan sedikitpun dan apabilah ia ikhlas maka insya Allah janji Allah itu pasti, yaitu apa yang di gambarkan di dalam kalam ya yaitu Allah menjanjikan syurga bagi hambah yang taat kepadanya dan menjanjikan neraka bagi hambah yang durharka atau kafir kepadanya.

di hidayatullah bekasi santri di didik untuk menjadi seorang hambah yang taat, patuh dan tunduk hanya kepada Allah semata. santri diantarkan untuk menjadi hafidz qur'an dan menjadi da'i yang siap berkorban baik mengorbankan kesenangan dunia yang sifatnya fanah dan juga mereka siap berkorban nyawa apabila dalam berdakwa nyawa yang menjadikan taruhannya. maka tak heran keseharian santri sangat bersemangat dan tampa ada rasa ngeluh karna mereka sudah mengetahui akan hakikat hidup mereka di dunia ini. 
santri hidayatullah bekasi ini bercita-cita ingin menghidupkan Al qur'an dan menjadi Ahlul qur'an. mereka juga mempunyai motto mari mengukir sejarah yang baru dengan Al- qur'an.
semoga para pejuang- pejuang Al- qur'an ini dimudahkan segala urusannya dan tercapai cita-cita mulia mereka.