DONATUR APRIL - MEI 2016
PT. Waskita Beton Precise - Bekasi Rp. 10.000.000 | HAMBA ALLAH - Bekasi Rp.100.000 | EDI - Cibitung Rp. 3.000.000 | Ibu Wiwin - Bekasi Utara Rp.5.000.000 | HERU IRAWAN - Cikarang Rp.300.000 | NUGROHO - Bekasi Rp.40.000 | ZAINURI - Tambun Rp. 300.000 | HAMDAN - Kalimalang Rp.50.000 | OSCAR HUTAHURUK - Cikumpa Rp.130.000 | REYNALDI - Bogor Rp.50.000 | JOSEPHAT JASSIN - Jakarta Rp.300.000 | VICKY VALLEY - Bekasi Rp.40.000. Bagi dermawan sekalian yang ingin turut beramal jariyah mendukung program Hidayatullah Islamic Center Bekasi dapat melakukan donasi ke rekening di tautan DONASI ANDA atau KLIK DI SINI!

19 Februari 2019

MENGUKIR SEJARAH DI LEMBAH BERHALA


MENGUKIR SEJARAH DI LEMBAH BERHALA

Nabiullah Ibrohim as. memiliki ayah yang bernama Azar yang juga berprofesi sebagai tukang pahat batu, dan pada saat itu manusia-manusia disesatkan dengan paham Paganisme menjadikan ayah Nabi Ibrohim dikenal sebagai pemahat Tuhan yang profesional, mungkin dari profesi sang ayah itulah kemudian keluarga Ibrohim dikenal oleh masyarakat sejak dahulu.

Ibrohim kecil tumbuh sebagai Anak yang cerdas, yang kemampuan berfikirnya diatas rata-rata manusia pada saat itu, dia melihat bahwa ada yang tidak beres sedang terjadi dinegrinya, dia melihat kejahiliyaan terjadi, dimana manusia-manusia tunduk kepada berhala yang bahkan tidak mampu memberikan manfaat dan mendatangkan Madhorot kepada dirinya,

Sehingga tantangan bagi Ibrohim untuk mengetahui apa sebenarnya tujuan dari kehidupan didunia ini, siapa yang menciptakan alam kehidupan ini, dan siapa tuhan yang sebenarnya?,

Sehingga sesekali didalam pencahariannya dia beranggapan bahwa rembulan dimalam hari itulah tuhannya, tapi kemudian menghilang disiang bolong dan melihat mentari memberikan sinar lebih cerah daripada rembulan dan dia beranggapan itulah tuhan yang menciptakan kehidupan,
Tapi kemudian semua anggapannya sirna dengan kecerdasannnya sendiri,

Nabiullah Ibrahim geram melihat sang raja Namrud yang sombong dan pongah dari kebenaran, sehingga Ibrohim menghancurkan tempat kesesatan mereka, puluhan berhala dihancurkan, Berhala yang dijadikan Tuhan oleh Namrud dan pengikutnya, dan Ibrohim menyisakan satu berhaya yang paling besar agar supaya si Namrud mengambil pelajaran dari peristiwa itu,

Ketika Namrud menuduh Ibrohim menghancukan semua patung-patungnya, Ibrohim kemudian mengatakan "mungkin patung yang paling besar itulah yang menghancurkan patung-patung yang lain karena dia tidak ingin ada tandingan-tandingan berhala lain selain dirinya, lihatlah Kapak yang tergantung dilehernya, mungkin baru saja dia (berhala) menghabisi yang lain,

"apakah kamu sudah gila wahai ibrohim (naik pitam si Namrud)
Mana mungkin patung itu berbicara, dia hanyalah sebuah Batu yang besar yang tidak bisa berbuat apa-apa, mengapa engkau suruh kami meminta kesaksian darinya..

Ibrohim mengatakan, "Lalu kalau dia tidak mampu berbuat apa-apa bahkan sedikit pun dia tidak mampu menyelamatkan dirinya dari mara bahaya, mengapa kalian menyembahnya, bukankan sudah jelas bahwa Allah yang menciptakan kalian dan tuhan-tuhan kalian, mengapa kalian tidak Beriman kepadanya.

Kecerdasan Ibrohim inilah yang kemudian membuat mereka terdiam dan tidak mampu berkata apa-apa untuk membantah perkataan Ibrohim, Ibrohim membuka fikiran sadar mereka dari kesesatan-kesesatan mereka, tapi lagi-lagi Namrud memang orang yang sombong dan tidak menggubris nasehat dari Nabiullah Ibrohim, sehingga makin menjadi-jadi lah kesesatan Namrud bersama pengikutnya,

Sehingga ketika diperlihatkan mukjizat yang lebih besar yaitu Ibrohim tidak dilahap Api pun mereka tetap saja seperti semula Sombong dan Angkuh, tetapi Allah pasti akan memilih hati-hati yang ikhlas untuk menjadi pengikut Ibrohim, terlihat setelah mukjizat itu sebagian pengikut Namrud mengikuti kebenaran yang dibawa oleh Ibrohim.

Sehingga yang menjadi catatan dari pristiwa ini adalah bahwa kebenaran itu Mutlak, ketika dia tidak datang beramai-ramai dia akan datang sendiri-sendiri, artinya : ketika kebenaran tidak bisa meng Guid sebuah kaum maka kebenaran itu datang kepada tiap-tiap orang yang ada di kaum tersebut.

By : Irwan

0 komentar:

Posting Komentar