Pembukaan Dauroh Putri Penghafal Al-Qur'an

Alhamdulillah... Yuk salurkan infak shodaqoh anda untuk menyukseskan program Dauroh Putri Menghafal Al-Qur'an 60 Hari tgl 1 Agustus - 30 September 2016.... Dauroh ini bertujuan mencetak Guru Pembimbing Al-Qur'an yang mana nanti akan disebar ke seluruh penjuru nusantara...

Program Daurah Putri 60 Hari 30 Juz

POJOK SURGA Alhamdulillah... Yuk salurkan infak shodaqoh anda untuk menyukseskan program Dauroh Putri Menghafal Al-Qur'an 60 Hari tgl 1 Agustus - 30 September 2016.... Dauroh ini bertujuan mencetak Guru Pembimbing Al-Qur'an yang mana nanti akan disebar ke seluruh penjuru nusantara... Kegiatan selama 2 bulan ini diadakan di kampus hidayatullah karang bahagia, perum bumi madani indah, desa sukaraya, kec. karang bahagia, kab. Bekasi.

"TRAINING CEPAT Menghafal Al-Qur'an 40 Hari Hafal 30 Juz"

Untuk Ikhwan dan Akhwat Angkatan ke XI 20 Oktober – 30 November 2016.

Berbagi Untuk Santri Yatim Duafa Penghafal Al - Qur'an

silakan salurkan Infak Shadaqah terbaiknya dengan cara transfer ke Rekening : 1. Bank Muamalat Cab. Tambun No. Rekening : 4960000701 An. Yayasan Hidayatullah Islamic Center Cikarang Bekasi 2. Bank BRI Cab. Karang Satria No. Rekening : 788801003356536 An. Hidayatullah 3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Kali Malang No. Rekening : 7052026851 An. Hidayatullah Untuk konfirmasi transfer, silakan hubungi Ust. Fahmi : 085281804909 / 08982232306.

Mutiara Dakwah Hari Jum'at

Berbagi untuk santri yatim dhuafa penghafal Al -Qur'an .

DONATUR APRIL - MEI 2016
PT. Waskita Beton Precise - Bekasi Rp. 10.000.000 | HAMBA ALLAH - Bekasi Rp.100.000 | EDI - Cibitung Rp. 3.000.000 | Ibu Wiwin - Bekasi Utara Rp.5.000.000 | HERU IRAWAN - Cikarang Rp.300.000 | NUGROHO - Bekasi Rp.40.000 | ZAINURI - Tambun Rp. 300.000 | HAMDAN - Kalimalang Rp.50.000 | OSCAR HUTAHURUK - Cikumpa Rp.130.000 | REYNALDI - Bogor Rp.50.000 | JOSEPHAT JASSIN - Jakarta Rp.300.000 | VICKY VALLEY - Bekasi Rp.40.000. Bagi dermawan sekalian yang ingin turut beramal jariyah mendukung program Hidayatullah Islamic Center Bekasi dapat melakukan donasi ke rekening di tautan DONASI ANDA atau KLIK DI SINI!

28 September 2016

Mari Sukseskan 1000 Santri Mandiri Yatim Dhuafa Penghafal Al-Qur'an


Pilihan ada ditangan kita, Ambil peran bantu share atau mendoakan program bisa berjalan.  "Kemenangan Islam adalah janji ALLAH" dengan atau tanpa kita.  Jika kita tidak mengambil peran perjuangan, pasti akan ada yg lain.  Bukan Islam yg memerlukan kita, tapi kitalah yg membutuhkan Islam Hidup adalah pilihan.  Mau mengambil peran perjuangan atau tidak. Teruslah melangkah, meski semua manusia berhenti.  Teruslah melangkah, meski duri tajam mengoyak kaki.  Pelaut ulung tidak lahir dari laut yg tenang. Begitu pula aktifis dakwah yg tangguh, tidak lahir dari jalan dakwah yg mulus.  Jatuh bangun dalam dakwah itu biasa Bangkit dari jatuh itu baru luar biasa Yang penting adalah berapa kali kita bangkit setelah terjatuh.  Mari kita bersama-sama mempersiapkan generasi yang sehat, kuat, cerdas berakhlak Qur'ani.

"TRAINING CEPAT Menghafal Al-Qur'an 40 Hari Hafal 30 Juz"

"TRAINING CEPAT Menghafal Al-Qur'an 40 Hari Hafal 30 Juz"
Untuk Ikhwan & Akhwat
Angkatan ke XI
20 Oktober – 30 November 2016
Tempat:
- Pesantren An-Najahul Islam, Sukawangi-Bekasi (Ikhwan)
- Sekolah Tahfidz Aisyah, Bulak Kapal-Bekasi Timur (Akhwat)
Persyaratan:
1. Ikhwan/Akhwat usia 15-55 tahun
2. Lancar membaca Al-Qur'an
3. Memiliki hafalan Al-Qur’an minimal 1juz
4. Ada rekomendasi dari Ustadz/tokoh agama setempat/lembaga islam
5. Dapat surat izin dari istri bagi yang berkeluarga
6. Dapat izin dari orang tua bagi yang belum menikah
7. Membawa surat keterangan sehat dari dokter
8. Fotocopy KTP/KK/Kartu Pelajar
9. Siap ber-infak
Waktu Pendaftaran:
1 September-18 Oktober 2016
Hubungi:
021-8265-3042 / 0813-8606-8612
Cara Mendaftar via SMS/WA:
Ketik: Nama_umur_Jenis Kelamin_Kota
Contoh: Abdullah_17 tahun_Ikhwan_Lampung
Segera Daftar...!!! Kuota Terbatas

15 September 2016

Bentangkan Tali Allah pada Anak Kita

Sungguh berat hidup di zaman fitah ini. Jika tanpa agama, mungkin tak banyak orang sanggp bertahan
BARU-BARU ini Polri membongkar praktik prostitusi kaum homoseksual secara  online yang melibatkan anak-anak.
Sekejap, berita semacam di atas mendadak viral belakangan ini. Hal itu dipicu oleh terbongkarnya praktik amoral yang menimpa korban anak-anak.
Mengerikan sekaligus mimpi buruk bagi setiap keluarga dan para orang tua. Pelacuran yang dulu hanya identik dilakukan oleh orang dewasa tak beradab, kini sudah mulai menyasar anak-anak sebagai korbannya.
“Kita harus garis bawahi bahwa anak-anak itu harus dilindungi,” kata Agung Setya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, seperti dilansir laman berita detik.com, beberapa saat usai kejadian.
Mengerikan! 99 Anak Jadi Korban Eksploitasi Prostitusi Kaum Homo
Sebagai orang tua rasanya miris membayangkan segala kejadian yang makin tak terkendali tersebut.
Satu pertanyaan yang menggelayut, apakah orang tua merasa cukup aman dengan janji aparat kepolisian bahwa anak-anak dilindungi oleh Negara?
Apakah kita harus menunggu korban lain berjatuhan lagi?
Diakui atau tidak, kini ada upaya massif yang terencana untuk merusak moral anak-anak. Bahkan mungkin upaya itu lebih besar dibanding pengorbanan merawat dan melindungi mereka.
Sebut saja tontonan dan hiburan yang tak mendidik, makanan yang tidak menyehatkan, hingga berbagai ragam game dan mode fashion. Belum lagi buku-buku ‘bacaan jahat’ yang siap menerkam otak dan pikiran anak-anak.
Dengan fakta di atas, lalu dimana bentuk perlindungan yang disebutkan? Apakah semua orang tua bisa mengandalkan semua ini?
Sungguh berat hidup di zaman fitah ini. Jika tanpa agama, mungkin tak banyak orang sanggp bertahan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt) pernah berfirman:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا …
“… Dan berpegang teguhlah kamu semua kepada tali agama Allah wahai semua manusia…”(QS: Ali imran [3]: 103).
Disebutkan dalam Sunan at-Tirmidzi, yang dimaksud tali Allah ialah al-Quran. Al-Qur’an digambarkan sebagai tali Allah yang kokoh. Peringatan yang sarat dengan kebijaksanaan, serta jalan yang lurus bagi yang menapakinya.
Untuk itu hendaknya setiap orang tua berpegang teguh dengan al-Qur’an, termasuk dalam penjagaan anak-anak dengan mengajarkan al-Qur’an.
Pertanyaannya, bagaimana al-Qur’an tersebut bisa menjaga dan memberi perlindungan kepada anak-anak dan anggota keluarga?
Atau bagaimana al-Qur’an menjadi tali pegangan yang menolong keluarga yang sedang dilanda arus deras berupa kehidupan modern ini?
Selanjutnya, di antara yang bisa dilakukan adalah membiasakan anak membaca wirid pagi-sore atau setiap petang sebelum tidur malam.
Bagi orang beriman, bacaan-bacaan tertentu yang dibiasakan itu diyakini sanggup menjadi tameng dari pengaruh bisikan jahat jin dan manusia.
Sebut misalnya, membiasakan membaca ayat al-Kursi, Surah al-Ikhlash, Surah al-Falaq, Surah an-Nas, dan beberapa bacaan doa lainnya.
Untuk langkah pertama, setiap orang tua membacakan ayat-ayat tersebut untuk ditirukan oleh anak-anak di rumah atau di sekolah.
Diupayakan, setelah terbiasa dan sudah hafal, mereka dianjurkan untuk membaca dan berdoa sendiri rutin di waktu-waktu yang disunnahkan itu
Hal ini penting sebab diyakini, perilaku-perilaku penyakit menyimpang seperti lesbian, Gay (homoseksual), Biseksual dan Transgender (LGBT) dan yang semacamnya tak lain merupakan bisikan-bisikan jahat dari golongan jin dan manusia.
Allah berfirman:
ٱلَّذِى يُوَسۡوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ (٥) مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ (٦)
“Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari jin dan manusia.” (Surat An-Nas [114]: 5-6).
Awalnya, bisikan-bisikan itu mungkin membuat anak-anak takut dan khawatir. Namun kelamaan membuat mereka menikmati dan menjadi biasa, bahkan ketagihan.
Terakhir, mari bentangkan tali Allah dalam diri anak dan keluarga. Jika bukan orang tua yang peduli, lalu siapa lagi?
Jika bukan kepada al-Qur’an dan sunnah Nabi, lalu kemana tali penolong itu hendak dicari?.*/Mujtahidah, ibu rumah tangga di Paser, Kaltim
Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

9 September 2016

TRAINING CEPAT Menghafal Al-Qur'an 40 Hari Hafal 30 Juz


"TRAINING CEPAT Menghafal Al-Qur'an 40 Hari Hafal 30 Juz"

Untuk Ikhwan & Akhwat
Angkatan ke XI
20 Oktober – 30 November 2016

Tempat:
- Pesantren An-Najahul Islam, Sukawangi-Bekasi (Ikhwan)
- Pesantren Hidayatullah Putri, Tambun Bekasi (Akhwat)

Persyaratan:
1. Ikhwan/Akhwat usia 15-55 tahun
2. Lancar membaca Al-Qur'an
3. Memiliki hafalan Al-Qur’an minimal 1juz
4. Ada rekomendasi dari Ustadz/tokoh agama setempat/lembaga islam
5. Dapat surat izin dari istri bagi yang berkeluarga
6. Dapat izin dari orang tua bagi yang belum menikah
7. Membawa surat keterangan sehat dari dokter
8. Fotocopy KTP/KK/Kartu Pelajar
9. Siap ber-infak

Waktu Pendaftaran:
1 September-18 Oktober 2016

Hubungi:
021-8265-3042 / 0813-8606-8612

Cara Mendaftar via SMS/WA:
Ketik: Nama_umur_Jenis Kelamin_Kota
Contoh: Abdullah_17 tahun_Ikhwan_Lampung

Segera Daftar...!!! Kuota Terbatas

Al-Qur’an Pilar Meraih Cinta Allah (1)

Umat Islam tidak akan pernah berhasil dan beruntung, kecuali dengan membaca, merenungkan, dan mengamalkan isi kandungan al-Qur'an.
Ilustrasi.
ADA beberapa pilar pendukung dalam meraih cinta AllahSubhanahu Wa Ta’ala. Di antara pilar yang paling besar manfaatnya dan yang paling nyata dan disukai oleh Allah adalah berinteraksi dengan al-Qur’an karena al-Qur’an merupakan kitab paling agung dan yang diwasiatkan oleh RasulullahShalallaahu ‘Alahi Wasallam kepada umatnya.
Umat Islam tidak akan pernah berhasil dan beruntung, kecuali dengan membaca, merenungkan, dan mengamalkan isi kandungan al-Qur’an. Tatkala Anda melihat umat Islam mulai berpaling dari al-Qur’an dan mengambil pengganti selainnya, maka Allah akan menjerumuskan mereka menuju jurang perselisihan dan perpecahan yang berkepanjangan.
Tirmidzi dan Ahmad meriwayatkan hadits marfu dari Umamah ra bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya tidaklah suatu kaum itu tersesat (berpaling) setelah mereka mendapatkan hidayah (al- Qur’an) yang diberikan kepada mereka, melainkan mereka akan dijerumuskan menuju jurang perselisihan dan perpecahan.” (Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
Umat Islam akan hidup dalam kemerosotan nilai, kehancuran prinsip dan pendidikan ketika mereka berpaling dari al-Qur’an dan Sunnah sehingga majelis (tempat) mereka menimba ilmu dan proses pembelajaran mereka menjadi mandul, tidak ada manfaat dan faedahnya serta tidak ada sedikit pun keuntungan dan kebaikan yang dapat mereka ambil di dunia dan akhirat.
Umat yang mengambil nilai pelajaran dan wawasannya kepada selain al-Qur’an adalah umat yang kurang akalnya dan tidak mempunyai kemuliaan dan tidak memiliki sistem hidup yang jelas. Oleh karena itu, siapa saja yang mengamati kehidupan para salafus shalih akan mendapati mereka senantiasa patuh dan tunduk di hadapan al-Qur’an dan Sunnah sehingga mereka berhak menjadi generasi terbaik, terkemuka, termulia, dan teragung sepanjang sejarah, baik dan segi ibadah, kezuhudan, dan penghambaan kepada Allah.
Ketika kita –kecuali orang yang dirahmati Allah– berpaling dari al-Qur’an, hati kita akan mati dan kehilangan cahaya yang berkilauan, kehilangan sinar yang gemerlapan, serta kehilangan kepatuhan dan ketaatan kepada Allah.
Allah berfirman kepada Rasulullah,
Dan supaya aku membacakan al-Qur’an (kepada manusia). Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa yang sesat maka katakanlah: “Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan.” (an-Naml: 92).
Jadi, tugas utama Rasulullah adalah membacakan (mengajarkan) al-Qur’an kepada segenap manusia. Oleh karena itu, pada masa-masa pertama dari kehidupan (kenabian), beliau melarang untuk menulis hadits supaya manusia tidak terlalu disibukkan dengan hadits sehingga mereka melalaikan al-Qur’an.*/DR. Aidh bin Abdullah Al-Qarni, dari bukunyaJangan Takut-Jagalah Allah, Allah Akan Menjaga Anda. [Tulisan selanjutnya]
Rep: Admin Hidcom
Editor: Syaiful Irwan
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

6 September 2016

Antara Pembela dan Penjual Agama

Sosok-sosok hamba pilihan Allah dari para Nabi dan Rasul, mereka gagah tak putus asa dalam menghadapi bermacam teror dan intimidasi dari kaumnya yang membangkang
Oleh : Ali Akbar bin Aqil

Alkisah, ketika menjadi Khalifah Bani Umayyah, Umar bin Abdul Aziz pernah mengirimkan pasukannya ke Romawi untuk berperang. Sayang, ternyata mereka mengalami kekalahan dan ada 20 tentara Islam ditawan oleh pihak Romawi. Kemudian Kaisar Romawi minta agar salah satu tawanan dihadapkan kepadanya untuk dibujuk mengikuti agamanya dan menyembah berhala.
Kepada tawanan pertama, kaisar berkata, “Jika kau mau masuk agamaku dan menyembah berhala, maka kamu akan kujadikan amir (penguasa) di sebuah wilayah yang besar. Kamu juga akan kuberi lencana, pakaian kebesaran, piala penghargaan, dan terompet komando. “Akan tetapi jika kamu menolak masuk agamaku, maka kamu akan kubunuh dan lehermu akan kupenggal dengan pedang!” ancam kaisar. “Aku tidak sudi menjual agamaku dengan dunia!” jawab tawanan dengan tegas.
Maka dibunuhlah tawanan Muslim itu di alun-alun dan kepalanya dipenggal dengan pedang. Aneh tapi nyata, kepala itu terbang mengelilingi lapangan sambil membaca ayat: “Hai jiwa yang tenang. kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (QS. Al-Fajr [89]: 27-30)
Melihat kejadian itu, kaisar murka dan minta agar tawanan kedua dihadapkan. “Masuklah ke dalam agamaku. Kamu akan kujadikan amir di sebuah kota besar dan lehermu tidak akan kupenggal sebagaimana temanmu itu,” rayu si kaisar.
“Aku tidak sudi menjual agama dengan dunia. Meskipun kamu kuasa menebas leher, namun kamu tidak kuasa memenggal iman,” kata tawanan kedua dengan mantap.
Maka dipenggallah kepala tawanan kedua itu dan kepalanya juga terbang berkeliling lapangan tiga kali sambil membaca ayat:
فَهُوَ فِى عِيشَةٍ۬ رَّاضِيَةٍ۬ (٢١) فِى جَنَّةٍ عَالِيَةٍ۬ (٢٢)
“Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai, buah-buahannya dekat di dalam surga yang tinggi.” (QS. Al-Haqqah [69]: 21-23)
Menyaksikan kejadian kedua tersebut, kaisar bertambah murka dan minta agar tawanan ketiga dihadapkan. “Apa yang akan kamu katakan? Maukah kamu masuk agamaku dan kuangkat sebagai amir?” tanya kaisar.
“Aku bersedia masuk agamamu dan aku memilih dunia dari akhirat,” jawab tawanan ketiga. Ternyata dia memilih untuk menukar agamanya dengan dunia. “Catatlah ia sebagai contoh. Berikan kepadanya pakaian kebesaran, piala penghargaan, dan lencana,” perintah kaisar kepada menterinya.
“Wahai Kaisar, bagaimana aku bisa memberi dengan tanpa mengujinya,” kata menteri yang cerdik ini. “Jika ucapanmu benar, bunuhlah salah seorang temanmu, baru kami bisa mempercayai ucapanmu!” perintah sang menteri kepada tawanan ketiga itu.
“Catatlah ia sebagai contoh!” perintah kaisar dengan nada senang ketika ternyata si tawanan itu mau membunuh kawannya sendiri. “Wahai Kaisar, sungguh tidak masuk akal jika Tuan mempercayai ucapannya. Ia tidak menjaga hak temannya yang sejak kecil hingga besar telah bersamanya. Maka bagaimana mungkin ia dapat menjaga hak kita?” tutur sang menteri.
Akhirnya, Kaisar mengeluarkan perintah agar tawanan malang itu dibunuh dan dipenggal kepalanya. Begitu terpenggal, kepala itu terbang mengelilingi lapangan tiga kali sembari membaca ayat:
أَفَمَنۡ حَقَّ عَلَيۡهِ كَلِمَةُ ٱلۡعَذَابِ أَفَأَنتَ تُنقِذُ مَن فِى ٱلنَّارِ (١٩)
“Apakah kamu hendak merubah nasib orang-orang yang telah pasti ketentuan azab atasnya? Apakah kamu akan menyelamatkan orang yang berada dalam api neraka?” (QS. Az-Zumar [39]: 19).
Hikmah di Balik Kisah
Dua tawanan pertama merupakan gambaran keteguhan hati memegang prinsip-prinsip yang paling dasar, iman atau keyakinan. Keteguhan yang terwujud pada sikap tegas dalam menolak adanya campur tangan terhadap kedaualatan iman inilah yang harus berujung kematian. Bukan kematian itu sendiri yang ditakuti, justru kematian merupakan cita-cita tertinggi bagi setiap pejuang agama. Bagi mereka, seseorang tidak berjuang pun akan mati, berjuang pun bisa terkena resiko kematian. Jadi, pilihan mereka adalah bagaimana hidup mulia atau mati sebagai martir di jalan Allah.
Sosok-sosok hamba pilihan Allah dari para Nabi dan Rasul, mereka gagah tak putus asa dalam menghadapi bermacam teror dan intimidasi dari kaumnya yang membangkang. Dengan gangguan seperti itu, makin memantapkan langkah mereka untuk berjuang membela agama Allah. Perhatikan perjuangan Nabi Ibrahim saat berhadapan dengan Raja Namrud, Nabi Musa kala berhadapan dengan Fir`aun, dan Nabi Muhammad saat berhadapan Abu Jahal.
Sementara tawanan ketiga tidak lain adalah gambaran buram betapa murah dan dangkalnya kemantapan imannya. Ia rela menggadaikan agama Tuhan dengan sedikit dunia yang fana` ini.
Sekarang di depan mata kita sendiri, kita menyaksikan para pembela agama berjumlah puluhan, ratusan, bahkan jutaan yang tersebar di semua tempat, di beberapa organisai. Mereka punya musuh yang sama: sekulerisme, liberalisme, kapitalisme global dengan memandang Amerika dan Barat sebagai musuh utama.
Islam sebagai sebuah ajaran yang suci meniscayakan seruan pengorbanan dalam membela dan mempertahankan kesucian. Tidaklah salah bila salaf kita pernah mengumandangkan slogan, “Ad-Diinu Tadhhiyyah (Agama itu terwujud lewat pengorbanan).
Maka, saksikanlah bagaimana keberanian Imam Ali menyabung nyawa dengan tidur di pembaringan Sayyidina Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam pada detik hijrahnya tanpa keragu-raguan sedikit pun. Ingatlah pula, kesyahidan Imam Husain di padang Karbala demi membela kebenaran, kebenaran yang telah menjadi urat nadi seorang Husain. Bagi Husain, kebenaran yang membahayakan jauh lebih baik ketimbang kebatilan yang menyenangkan.
Lihatlah bagaimana para pejuang HAMAS melakukan perlawanan terhadap tentara Zionis Israel dengan gagah berani. Nyawa menjadi taruhannya. Mereka tahu bahwa persenjataan mereka jauh di bawah Israel, namun ada satu keyakinan bahwa Allah tidak akan membiarkan perjuangan berlalu sia-sia. Hanya ada satu ketetapan dalam hati mereka: Israel harus dihapuskan dari peta dunia.
“Hidup bukan sekedar makan, minum, tidur atau berjalan di atas bumi. Dan mati bukan hanya terkubur dalam tanah. Itu bukan hidup dan bukan pula kematian. Tapi, hidup adalah mati yang menaklukkan sedang mati ada hidup yang ditaklukkan,” kata Imam Ali.
Para pembela agama Allah akan terus mengibarkan benderanya seiring dengan mafia-mafia kebatilan yang menyerukan kesesatan, kezaliman, penindasan. Para pembela agama Tuhan tak pernah tinggal diam melihat kesewenang-wenangan dan penindasan, hingga sesuatu yang menjijikkan, jika membiarkan Islam diinjak-injak kehormatannya tanpa dibela. Kata seorang penyair India, Syakil Badayuni, “Harapanku adalah ini, bahwa ketika mati aku masih bisa tersenyum. Dan ketika aku pergi, nama Muhammad tetap lekat di lidahku.”
Bila pejuang agama, pembela Al-Quran, pemelihara sunnah Nabi disebut-disebut sebagai teroris-fundementalis dan seabrek istilah-istilah yang dilesakkan oleh musuh-musuh Tuhan, “Maka saksikanlah! Saya adalah teroris…!,” demikian istilah Habib Rizieq Shahab.*
Penulis pengajar di Pesantren Darut Tauhid, Malang. Pengasuh Grup Qolbun Salim
Rep: Admin Hidcom
Editor:
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !