Yayasan Hidayatullah Islamic Center Bekasi

Yayasan Hidayatullah Islamic Center Bekasi hadir dalam rangka membagun pilar agama dan bangsa.

Eratkan Silaturrahim Jalin Kebersamaan

Selain Hablumminallaah, kita juga harus senantiasa membangun tradisi Hablumminannaas.

Mereka Wisudawan Tahfidzul Qur'an Cilik

Mereka adalah generasi umat ini yang harus dijaga dan ditumbuhkembangkan.

Kiprah Huffadz Mengabdi untuk Umat

Lembaga Tahfidzul Qur'an Al Madinah cetak huffadz berkarakter untuk mengabdi di tengah umat.

Kiprah Da'i Muda dalam Membangun Peradaban Islam

Mari dukung program dakwah Yayasan Hidayatullah Islamic Center Bekasi.

17 Desember 2014

Kunjungan Dari BMH Bekasi



     Al-Imaam Al-Bukhaariy rahimahullah berkata :
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي يَعْقُوبَ الْكِرْمَانِيُّ، حَدَّثَنَا حَسَّانُ، حَدَّثَنَا يُونُسُ، قَالَ مُحَمَّدٌ هُوَ الزُّهْرِيُّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: " مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ "
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abi Ya’quub Al-Kirmaaniy[1] : Telah menceritakan kepada kami Hassaan[2] : Telah menceritakan kepada kami Yuunus[3] : Telah berkata Muhammad – ia adalah Az-Zuhriy[4] - , dari Anas bin Maalik radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang suka diluaskan rizkinya dan ditangguhkan kematiannya, hendaklah ia menyambung silaturahim” [Shahiih Al-Bukhaariy no. 2067].
 Dengan mengambil spirit hadist di atas,hendaknya setiap muslim senantiasa menyambung tali silaturahim kepada keluarga, saudara, teman sahabat, tetangga, dan yang lainnya. dengan harapan kita diluaskan rizkinya dan di tangguhkan kematiannya( diberkahi umurnya).
   Dan sepertinya itu yang menjadi landasan utama bagi BMH Bekasi untuk bersilaturahmi ke Pessantren Al-Qur'an & Wirausaha Hidayatullah Bekasi. Selain untuk bersilaturahmi tentu BMH sebagai penyalur zakat, infaq, sodaqoh dan lain sebagainya juga menjalin kemitraan dengan pesantren untuk saling mendukung program-program untuk membangun peradaban islam dan pemberdayaan ummat.

16 Desember 2014

Pejuang sejati Yang Cinta Al-Qur'an



pada hakikatnya dunia ini adalah fanah berisfat sementara, dan pada hakikatnya pula manusia itu di ciptakan sebagai hambah.
kebenaran hakikat dari kehambaan kepada Allah adalah ketaatan, kepatuhan, dan ketundukan kepada Allah semata tampa meduakannya atau berbuat syirik. hambah Allah adalah manusia yang taat, tunduk, patuh kepada Allah.jadi sebagai hambah manusia harus beribadah kepada Allah semata dan menjauhi apa yang di larangnya. pengamdian hambah ini harus di lakukan dengan ikhlas, tampa paksaan sedikitpun dan apabilah ia ikhlas maka insya Allah janji Allah itu pasti, yaitu apa yang di gambarkan di dalam kalam ya yaitu Allah menjanjikan syurga bagi hambah yang taat kepadanya dan menjanjikan neraka bagi hambah yang durharka atau kafir kepadanya.

di hidayatullah bekasi santri di didik untuk menjadi seorang hambah yang taat, patuh dan tunduk hanya kepada Allah semata. santri diantarkan untuk menjadi hafidz qur'an dan menjadi da'i yang siap berkorban baik mengorbankan kesenangan dunia yang sifatnya fanah dan juga mereka siap berkorban nyawa apabila dalam berdakwa nyawa yang menjadikan taruhannya. maka tak heran keseharian santri sangat bersemangat dan tampa ada rasa ngeluh karna mereka sudah mengetahui akan hakikat hidup mereka di dunia ini. 
santri hidayatullah bekasi ini bercita-cita ingin menghidupkan Al qur'an dan menjadi Ahlul qur'an. mereka juga mempunyai motto mari mengukir sejarah yang baru dengan Al- qur'an.
semoga para pejuang- pejuang Al- qur'an ini dimudahkan segala urusannya dan tercapai cita-cita mulia mereka. 

13 Desember 2014

Kegiatan Belajar Dan Tilawah Al-Qur'an Bersama Ustad-Ustad Muda Yang Tampan & Bersahabat




 Yang muda dipandang sebelah mata. Sepertinya istilah itu tidak berlaku di Pesantren Al-Qur'an & Wirausaha Hidayatullah. Karna sebagian besar tenaga pengajar dan pengasuhnya adalah anak-anak muda yang masih lajang. Tetapi walaupun seperti itu, untuk masalah ke-ilmuan insa Allah tidak meragukan, hafidz qur'an, lulusan STAIL Surabaya, lulusan Pondok Pesantren Daarul Hufadz Tuju-tuju, dan ada juga yang masih menjalani proses belajar di LIPIA Jakarta.
   Seperti gambar di atas, kegiatan yang dilakukan santri yang sedang belajar/tilawah Al-Qur'an dengan ustad-ustad muda yang ganteng-ganteng, ramah, dan bersahabat tentu saja. Dengan semangat muda yang berkobar dan menggebu-gebu, kami siap untuk mencetak generasi berkarakter Qur'ani.