Pembukaan Dauroh Putri Penghafal Al-Qur'an

Alhamdulillah... Yuk salurkan infak shodaqoh anda untuk menyukseskan program Dauroh Putri Menghafal Al-Qur'an 60 Hari tgl 1 Agustus - 30 September 2016.... Dauroh ini bertujuan mencetak Guru Pembimbing Al-Qur'an yang mana nanti akan disebar ke seluruh penjuru nusantara...

Program Daurah Putri 60 Hari 30 Juz

POJOK SURGA Alhamdulillah... Yuk salurkan infak shodaqoh anda untuk menyukseskan program Dauroh Putri Menghafal Al-Qur'an 60 Hari tgl 1 Agustus - 30 September 2016.... Dauroh ini bertujuan mencetak Guru Pembimbing Al-Qur'an yang mana nanti akan disebar ke seluruh penjuru nusantara... Kegiatan selama 2 bulan ini diadakan di kampus hidayatullah karang bahagia, perum bumi madani indah, desa sukaraya, kec. karang bahagia, kab. Bekasi.

"TRAINING CEPAT Menghafal Al-Qur'an 40 Hari Hafal 30 Juz"

Untuk Ikhwan dan Akhwat Angkatan ke XI 20 Oktober – 30 November 2016.

Berbagi Untuk Santri Yatim Duafa Penghafal Al - Qur'an

silakan salurkan Infak Shadaqah terbaiknya dengan cara transfer ke Rekening : 1. Bank Muamalat Cab. Tambun No. Rekening : 4960000701 An. Yayasan Hidayatullah Islamic Center Cikarang Bekasi 2. Bank BRI Cab. Karang Satria No. Rekening : 788801003356536 An. Hidayatullah 3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Kali Malang No. Rekening : 7052026851 An. Hidayatullah Untuk konfirmasi transfer, silakan hubungi Ust. Fahmi : 085281804909 / 08982232306.

Mutiara Dakwah Hari Jum'at

Berbagi untuk santri yatim dhuafa penghafal Al -Qur'an .

DONATUR APRIL - MEI 2016
PT. Waskita Beton Precise - Bekasi Rp. 10.000.000 | HAMBA ALLAH - Bekasi Rp.100.000 | EDI - Cibitung Rp. 3.000.000 | Ibu Wiwin - Bekasi Utara Rp.5.000.000 | HERU IRAWAN - Cikarang Rp.300.000 | NUGROHO - Bekasi Rp.40.000 | ZAINURI - Tambun Rp. 300.000 | HAMDAN - Kalimalang Rp.50.000 | OSCAR HUTAHURUK - Cikumpa Rp.130.000 | REYNALDI - Bogor Rp.50.000 | JOSEPHAT JASSIN - Jakarta Rp.300.000 | VICKY VALLEY - Bekasi Rp.40.000. Bagi dermawan sekalian yang ingin turut beramal jariyah mendukung program Hidayatullah Islamic Center Bekasi dapat melakukan donasi ke rekening di tautan DONASI ANDA atau KLIK DI SINI!

12 April 2018

" TRAINING PUBLIC SPEAKING FOR DA'I "



By: Hidayatullah
(Pengasuh Ponpes Hidayatullah Bekasi)

Alhamdulillah saya bersyukur pagi ini (12/04/18) bisa mengikuti Training Public Speaking for Da'i yang diadakan di Aula Masjid Al-Furqon Lt. 2 Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia-Jakpus.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Laznas Dewan Dakwah ini bertemakan "Optimalisasi Peran Da'i Dalam Mewujudkan Kecerdasan Umat dan Bangsa"

Training Public Speaking for Da'i kali ini menghadirkan 2 narasumber. Pertama, Drs. H. Deddy Djuandi, MM. MBA,* seorang Motivator Spiritual Training. Kedua, *Ibnu Khajar, selaku Vice President of ACT Foundation.

Menarik, Pk. Deddy dalam sesi pertama memaparkan materi tentang Ilmu Retorika. Beliau menjelaskan tentang pentingnya bagi para da'i untuk menguasai ilmu Retorika. Ini bertujuan agar para da'i lebih menarik dalam menyampaikan materi dan tercapai maksud pembicaraannya. Salah satu pesannya Pk. Deddy kepada para peserta, "jadikan pendengar sebagai sahabat pembicara".

Sesi kedua diisi oleh bapak Ibnu Khajar, selaku Vice President ACT Foundation. Beliau memaparkan materi tentang "Menjadi Da'i Emphatic". Materinya sangat penting bagi para da'i sebagai bekal dalam berdakwah. Pesannya, "jadilah diri sendiri karena semua memiliki gaya dan keunikan masing-masing".

Training yang diikuti oleh para aktivis dakwah, mahasiswa, pengurus DKM dan lembaga Islam lainnya ini berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jabodetabek, Bandung, dan Banten.

Para peserta sangat antusias mengikuti training ini dan berharap acara seperti ini bisa berlanjut terus.

Semoga dari training ini bisa membuat kualitas para da'i semakin baik dan profesional. Juga smoga kegiatan seperti ini terus berlanjut pada waktu mendatang.

"Aamiin ya Allah ya Robbal 'aalamiin"

Jakarta, Kamis/12 April 2018
.......................................


Yuk like *Fanspage*
Ustadz Hidayatullah, M.Ag
https://www.facebook.com/Ust.Hidayatullah/?ref=ts&fref=ts

*Twitter* @UstHidayatullah

*Instagram* ust_hidayatullah

*Website* www.ustadzhidayatullah.com www.hidayatullahicb.com

9 April 2018

"CIRI MUSLIM BAIK: SUKA MENOLONG ORANG LAIN"

By: Hidayatullah (Pengasuh Ponpes Hidayatullah Bekasi) Siapapun di dunia ini pastilah membutuhkan peran dan bantuan orang lain. Tidak ada yang bisa hidup sendiri tanpa orang lain. Sehebat dan sekaya apapun dia tetap membutuhkan orang lain. Baik dalam melayani kebutuhannya, maupun ketika ia mengalami kesulitan. Termasuk kita, tidak selamanya seseorang dalam kondisi baik, sehat, nyaman ataupun mapan. Hidup ibarat roda, kadang senang kadang susah. Ada saat mendapatkan kebahagiaan, ada saatnya pula mendapatkan kesedihan. Apalagi problematika kehidupan sekarang semakin banyak dan kompleks. Masalah bisa datang kapan saja dan darimana saja. Baik menyangkut urusan pribadi, keluarga, pekerjaan, lingkungan, maupun problem sosial lainnya. Kadang-kadang karena suatu hal bisa saja seseorang mengalami suatu kondisi yang sulit dan pelik. Bahkan boleh jadi ia dalam kondisi terjepit dan terdesak. Saat-saat seperti itulah seseorang membutuhkan bantuan orang lain. Jikalau tidak dibantu, mungkin akan bertambah kesulitannya. Bahkan boleh jadi bisa menyebabkan kebinasaan, baik dirinya, kehormatan maupun agamanya. Makanya membantu orang lain memiliki keutamaan yang besar di sisi Allah SWT. Menolong orang lain dari kesusahan yang sedang ia hadapi. Membantu menunaikan hajat (keperluan) orang lain, terutama yang sedang membutuhkan pertolongan. Inilah yang dinamakan sikap ta'awun (saling tolong menolong). *Keutamaan Membantu Orang Lain* Membantu orang lain memiliki keutamaan besar disisi Allah SWT. Makanya Allah SWT memerintahkan untuk saling tolong menolong. Allah SWT berfirman: ۘوَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰى ۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖ "... Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan..." (QS. Al-Ma'idah: 2) Disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَـرَ مُسْلِمًـا ، سَتَـرَهُ اللهُ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَاللهُ فِـي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ "Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allâh Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allâh akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat. Allâh senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya." (HR. Bukhari Muslim) Hadits yang lain diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: وَمَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ "Siapa yang biasa membantu hajat saudaranya, maka Allah akan senantiasa menolongnya dalam hajatnya.” (HR. Bukhari Muslim). Masih banyak lagi keutamaan yang berkaitan dengan membantu orang lain. Cukuplah bagi kita dari ayat dan hadits diatas menjadi motivasi bagi kita untuk selalu ingin membantu orang lain terutama bagi yang sedang membutuhkan. *Akhirul Kalam* Mari kita jadikan hari-hari kita tidak lepas dari membantu orang lain. Sekecil apapun bantuan kita asalkan ikhlas boleh jadi bernilai besar di sisi Allah SWT. Membantu orang lain dari apa yang kita mampu lakukan dan apa yang kita miliki. Mulai dari tenaga, waktu, pikiran, ilmu ataupun harta yang kita miliki. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bisa membantu orang lain. Terakhir, mari ikhlaskan setiap apa yang telah kita lakukan termasuk membantu orang lain hanya untuk mencari Ridho Allah SWT. Semoga kita menjadi hamba Allah yang suka membantu orang lain. "Aamiin ya Allah ya Robbal 'aalamiin" Bekasi, 09 April 2018 ....................................... Yuk like *Fanspage* Ustadz Hidayatullah, M.Ag https://www.facebook.com/Ust.Hidayatullah/?ref=ts&fref=ts *Twitter* @UstHidayatullah *Instagram* ust_hidayatullah *Website* www.ustadzhidayatullah.com www.hidayatullahicb.com

6 April 2018

"PENTINGNYA BELAJAR ILMU AGAMA"



 By: Hidayatullah
(Pengasuh Ponpes Hidayatullah Bekasi)

Tak dipungkiri bahwasanya seorang muslim sangat penting untuk belajar ilmu agama. Naif tentunya kalo ada seorang yang mengaku muslim tapi dirinya tidak mengetahui ajaran agamanya sendiri.

Parah lagi jikalau sudah tidak tahu ajaran agamanya, namun tidak mau belajar. Lebih tragis dan menyedihkan jika sudah bodoh terhadap agamanya, namun ia tidak mau belajar tapi dirinya selalu bersikap sinis, curiga, serta su'uzhon dengan agamanya sendiri. Na'udzubillahi min dzaalik

Sebagai muslim yang baik, tentunya seiring waktu berjalan diharapkan pemahaman agamanya juga semakin baik. Dengan semakin paham terhadap agamanya maka semoga keislamannya semakin sempurna. Semakin taat kepada Allah dan Rasul-Nya hingga menjadi insan kamil. Karena Allah SWT telah memerintahkan kita berislam secara kaffah.

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ کَاۤ فَّةً   ۖ  وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ  ۗ  اِنَّهٗ لَـکُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu." (QS. Al-Baqarah: 208)

Maka disinilah pentingnya belajar ilmu agama sebagai wasilah untuk berislam lebih baik dan sempurna.

*Keutamaan Menuntut Ilmu Agama*
Menuntut ilmu, terkhusus ilmu agama (syariat) memiliki banyak keutamaan. Diantaranya, firman Allah Subhanahu wata'ala:

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ  ۙ  وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ   ۗ  وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

"... Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Mujadilah: 11)

Dalam ayat ini Allah menyebutkan akan meninggikan derajatnya orang-orang beriman dan melebihkan lagi bagi orang-orang yang berilmu.

Dalam hadits Rasulullah saw bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

"Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan pahamkan ia dalam agama.” (Muttafaq ‘alaihi).

Keutamaan yang lain dari menuntut ilmu adalah menjadi asbab dimudahkannya masuk surga bagi para penuntut ilmu. Sebagaimana Rasulullah saw bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ

"Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim).

Kita cukupkan dari keterangan ayat dan hadits diatas sebagai keutamaan menuntut ilmu walaupun masih banyak dalil yang berkenaan dengan itu.

*Akhirul Kalam*
Mari kita semangat menuntut ilmu terutama ilmu agama sebagai landasan dan bekal bagi kita dalam menjalani kehidupan dunia ini. Sehingga kita terhindar dari kesesatan dan kebinasaan.

"Aamiin ya Allah ya Robbal 'aalamiin"

Bekasi, Jum’at 06 April 2018
......................................................

Yuk like *Fanspage*
Ustadz Hidayatullah, M.Ag
https://www.facebook.com/Ust.Hidayatullah/?ref=ts&fref=ts

*Twitter* @UstHidayatullah

*Instagram* ust_hidayatullah

*Website* www.ustadzhidayatullah.com www.hidayatullahicb.com

4 April 2018

"BERKATA BAIK ATAU DIAM SAJA"


By: Hidayatullah
(Pengasuh Ponpes Hidayatullah Bekasi)

Hampir 3 hari ini medsos diramaikan dengan video "Ibu Indonesia" yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 pekan lalu. Video puisi kontroversial ini menuai protes dan kemarahan umat Islam. Kecaman dan kritikanpun datang dari banyak tokoh agama hingga tokoh nasional.

Secara resmi bahkan sudah ada yang melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Metro Jaya seperti oleh advokat Denny Adrian Kushidayat dan politisi Partai Hanura Amron Asyahari. Juga turut melaporkan pengacara Kapitra Ampera sebagai pengurus PA 212, FUIB, dan mungkin akan banyak lagi yang melaporkannya.

Ibu Sukmawati dengan jelas dalam puisinya merendahkan simbol dan syariat Islam. Cadar dan azan sebagai sesuatu yang sakral bagi umat Islam dilecehkan begitu saja.

Puisi sebagai sebuah seni semestinya memiliki nilai estetika dan makna yang mendalam. Biasanya menggambarkan tentang keindahan, keluhuran budi, dan nilai-nilai kebaikan. Bukan justru untuk menghina, melecehkan dan merendahkan sesuatu, apalagi yang berkaitan dengan agama sebagai sesuatu yang dianggap suci oleh para pemeluknya.

Nah, dari puisi Ibu Sukmawati ini justru dijadikan senjata untuk menyerang syariat Islam. Terlihat juga dari puisinya ingin membenturkan syariat islam dengan adat ataupun simbol negara.

Jauh panggang dari api, begitulah kiranya kalo ada yang ingin mengatakan bahwasanya Islam tidak ada hubungannya Ibu Pertiwi (Indonesia). Karena jikalau pernah membaca sejarah Indonesia, akan diketahui dengan jelas bahwasanya umat Islamlah sebagai pejuang dan pendiri Republik ini. Keringat, darah, harta dan jiwa sudah dikorbankan umat islam dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

*Pentingnya Menjaga Lisan*
Islam telah mengajarkan agar pemeluknya untuk berkata dengan baik dan benar. Namun jikalau tidak mampu atau khawatir tidak mampu untuk mengendalikan lisan maka lebih baik diam saja.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (HR. Bukhari & Muslim)

Pentingnya menjaga lisan bahkan menjadi jaminan masuk surga.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

مَنْ يَضْمَنَّ لِي مَابَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

"Barang siapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) sesuatu yang ada di antara dua janggutnya (lisan) dan dua kakinya (kemaluan), kuberikan kepadanya jaminan masuk surga.” (HR. Bukhari)

Masih banyak lagi keutamaan tentang menjaga lisan dan sebaliknya ancaman bagi orang yang tidak bisa menjaga lisannya.

*Akhirul Kalam*
Hendaknya sebagai seorang muslim untuk berhati-hati dalam menggunakan lisannya. Apapun itu baik dalam berkomunikasi sehari-hari, ngobrol, diskusi, memberi taushiyah, ceramah dan pidato, termasuk dalam berpuisi.

Semoga Allah jadikan lisan kita lisan yang bermanfaat, lisan yang membawa kebaikan. Bukan sebaliknya, lisan yang bisa membawa kebinasaan bagi kita sendiri.

"Aamiin ya Allah ya Robbal 'aalamiin"

Bekasi, Rabu/04 April 2018
.....................................................

Yuk like *Fanspage*
Ustadz Hidayatullah, M.Ag
https://www.facebook.com/Ust.Hidayatullah/?ref=ts&fref=ts

*Twitter* @UstHidayatullah

*Instagram* ust_hidayatullah

*Website* www.ustadzhidayatullah.com www.hidayatullahicb.com

2 April 2018

"CIRI MUSLIM BAIK: SUKA BEKERJA KERAS"



By: Hidayatullah
(Ketua Yayasan Hidayatullah Islamic Center Cikarang Bekasi)

Tak bisa dipungkiri tiap menjelang hari senin banyak orang menjadi stres. Terutama para pekerja, karyawan, pegawai, juga anak-anak sekolah. Semuanya bisa menjadi stres karena harus mengejar pagi biar tidak terlambat. Apatah lagi biasanya sanksi dan hukuman sudah menunggu bagi yang terlambat.

Stres tiap menjelang hari senin bahkan sudah menjadi sindrom. Sampai ada pameo “I hate Monday” (saya benci hari senin) di banyak tempat. Sindrom ini biasanya muncul karena perbedaan yang kontras di hari sabtu-minggu dan hari Senin. Setelah sebelumnya santai karena istirahat tiba-tiba langsung menghadapi aktivitas yang padat di hari senin. Tambah lagi tingkat kemacetan yang tinggi pada hari senin semakin menambah stres.

Bagi seorang muslim, tidak masalah hari apapun baginya. Termasuk hari senin, karena semuanya mulia disisi Allah Subhanahu wata'ala. Tidak boleh seorang muslim membenci waktu, karena bertentangan dengan aqidah. Allah pernah bersumpah dengan waktu, menunjukkan kemuliaannya.

*Bekerja Keras adalah Ibadah*
Bagi seorang muslim, bekerja adalah ibadah. Tidak hanya kewajiban seperti sholat, puasa, haji dan lain sebagainya yang lebih dikenal dengan istilah ibadah mahdhoh. Apapun itu suatu amalan jika dilakukan dalam rangka mencari ridho Allah subhanahu wata'ala dan tentunya sesuai dengan sunnah Rasulullah maka itu menjadi ibadah.

Bekerja keras adalah ciri orang beriman. Allahpun menyukai hamba-Nya yang suka bekerja keras. Apalagi jika seseorang itu memiliki tanggung jawab seperti kepala rumah tangga, maka tentunya lebih ditekankan lagi untuk bekerja keras.

Banyak ayat dalam Al-Qur’an yang memerintahkan agar kita suka bekerja keras karena Allah tidak akan mengubah kondisi sebuah kaum kalau mereka tidak mengubahnya sendiri. Allah Ta’ala berfirman:

 اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا  بِاَنْفُسِهِمْ

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri..." (QS. Ar-Ra'd: 11)

 Dalam ayat lain Allah swt berfirman:

فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertebaranlah kalian di muka bumi, carilah karunia Allah serta ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung..” (QS. Al-Jumu’ah: 10)

Syaikh Ali Al-Shabuniy, dalam Shafwat al-Tafaasiir, menyatakan, “Maksudnya, bertebaranlah kalian di muka bumi dan galilah apa yang ada di muka bumi, untuk diperdagangkan dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan kalian. Kemudian, carilah karunia Allah swt dan nikmat-nikmatNya. Sesungguhnya rejeki itu berada di tangan Allah swt, dan Dialah Maha Pemberi Nikmat dan Karunia.”

Bekerja keras mencari rezeki yang halal bahkan menjadi sebuah kewajiban. Nabi Saw. bersabda, “Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll).” (HR Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Masih banyak lagi keutamaan yang lain bagi orang yang suka bekerja keras. Maka sudah sepantasnyalah seorang muslim menyambut dengan semangat termasuk waktu senin pagi.

*Allah Tidak Menyukai Orang yang Suka Berpangku Tangan dan Selalu Meminta-minta*
Allah SWT sangat menyukai hamba-hambaNya yang suka bekerja keras, sebaliknya Allah SWT sangat membenci orang yang suka berpangku tangan dan selalu meminta-minta kepada orang lain. Lebih mulia seseorang mencari kayu bakar lalu menjualnya ketimbang orang yang pekerjaannya hanya meminta-minta.

Nabi Muhammad saw bersabda:

لَأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ

“Sungguh sekiranya salah seorang di antara kamu sekalian mencari kayu bakar dan dipikulnya ikatan kayu itu, maka yang demikian itu lebih baik baginya daripada ia meminta-minta kepada seseorang baik orang itu memberi ataupun tidak memberinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Bukhari juga meriwayatkan sebuah hadits dari al-Miqdam bin Ma’darib ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

“Tidak ada seseorang makan makanan yang lebih baik daripada makan hasil usahanya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Allah Daud 'alaihissalam makan dari hasil usahanya sendiri.” (HR. Bukhari)

Kehinaan yang didapatkan bagi orang suka meminta-minta tanpa mau bekerja keras tidak hanya didapatkan di dunia saja, namun juga mendapatkan kehinaan nanti di yaumil akhir. Naudzubillah min dzaalik.

*Akhirul Kalam*
Mari kita jadikan diri kita menjadi pribadi yang suka bekerja keras, baik perkara dunia maupun perkara akhirat. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan kebaikan dari apa yang telah dijanjikan Allah SWT.

Smoga Allah jadikan diri kita menjadi pribadi yang suka bekerja keras. "Aamiin ya Allah ya Robbal 'aalamiin."

So, mari kita sambut pagi senin ini dengan rasa syukur dan optimis dalam menjemput karunia Allah Subhanahu wata'ala.

Bekasi, Senin / 02 April 2018
.............................................

Yuk like *Fanspage*
Ustadz Hidayatullah, M.Ag
https://www.facebook.com/Ust.Hidayatullah/?ref=ts&fref=ts

*Twitter* @UstHidayatullah

*Instagram* ust_hidayatullah

*Website* www.ustadzhidayatullah.com www.hidayatullahicb.com