Pembukaan Dauroh Putri Penghafal Al-Qur'an

Alhamdulillah... Yuk salurkan infak shodaqoh anda untuk menyukseskan program Dauroh Putri Menghafal Al-Qur'an 60 Hari tgl 1 Agustus - 30 September 2016.... Dauroh ini bertujuan mencetak Guru Pembimbing Al-Qur'an yang mana nanti akan disebar ke seluruh penjuru nusantara...

Program Daurah Putri 60 Hari 30 Juz

POJOK SURGA Alhamdulillah... Yuk salurkan infak shodaqoh anda untuk menyukseskan program Dauroh Putri Menghafal Al-Qur'an 60 Hari tgl 1 Agustus - 30 September 2016.... Dauroh ini bertujuan mencetak Guru Pembimbing Al-Qur'an yang mana nanti akan disebar ke seluruh penjuru nusantara... Kegiatan selama 2 bulan ini diadakan di kampus hidayatullah karang bahagia, perum bumi madani indah, desa sukaraya, kec. karang bahagia, kab. Bekasi.

Majalah Suara Hidayatullah

Apresiasikan perjuangan para Da'i Allah Dengan berlangganan majalah, Menebarkan berkah-Bukan fitnah Untuk Berlangganan HUB : 0813-8606-8612 ,Dan 0895-345-423-758.

Berbagi Untuk Santri Yatim Duafa Penghafal Al - Qur'an

silakan salurkan Infak Shadaqah terbaiknya dengan cara transfer ke Rekening : 1. Bank Muamalat Cab. Tambun No. Rekening : 4960000701 An. Yayasan Hidayatullah Islamic Center Cikarang Bekasi 2. Bank BRI Cab. Karang Satria No. Rekening : 788801003356536 An. Hidayatullah 3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Kali Malang No. Rekening : 7052026851 An. Hidayatullah Untuk konfirmasi transfer, silakan hubungi Ust. Fahmi : 085281804909 / 08982232306.

Mutiara Dakwah Hari Jum'at

Berbagi untuk santri yatim dhuafa penghafal Al -Qur'an .

DONATUR APRIL - MEI 2016
PT. Waskita Beton Precise - Bekasi Rp. 10.000.000 | HAMBA ALLAH - Bekasi Rp.100.000 | EDI - Cibitung Rp. 3.000.000 | Ibu Wiwin - Bekasi Utara Rp.5.000.000 | HERU IRAWAN - Cikarang Rp.300.000 | NUGROHO - Bekasi Rp.40.000 | ZAINURI - Tambun Rp. 300.000 | HAMDAN - Kalimalang Rp.50.000 | OSCAR HUTAHURUK - Cikumpa Rp.130.000 | REYNALDI - Bogor Rp.50.000 | JOSEPHAT JASSIN - Jakarta Rp.300.000 | VICKY VALLEY - Bekasi Rp.40.000. Bagi dermawan sekalian yang ingin turut beramal jariyah mendukung program Hidayatullah Islamic Center Bekasi dapat melakukan donasi ke rekening di tautan DONASI ANDA atau KLIK DI SINI!

28 Agustus 2016

Berbagi Cinta Dengan Kurban


Assalamualaikum ...
Bapak/Bunda yg terhormat...

Segala puji dan syukur kepada Allah atas rahmat & karunianya  kepada kita semua...

Dalam menyambut Idul Adha Pesantren Tahfidzul Qur'an Yatim Dhuafa Hidayatullah Bekasi menerima dan menyalurkan hewan qurban... ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Harga Hewan Qurbannya sbb :

Kambing Super 60-70 kg : 5,1jt
A. +/-50kg : 4,35 jt
B. +/-40kg : 3,6 jt
C. +/-35kg : 3,3 jt
D. +/-30kg : 3,0 jt
E. +/-25kg : 2,7 jt

Sapi : 500-600kg : 24,5 jt
1/7 bagian.           : 3,5 jt


Bapak/Bunda... boleh ya kami titip proposal qurban... mungkin bapak, keluarga, teman2 dan saudara lainnya berkenan untuk menitipkan/mempercayakan hewan qurbannya kepada Pesantren Tahfidzul Qur'an Yatim Dhuafa Hidayatullah Bekasi.


Rasulullah SAW, bersabda :
"Tidak ada amalan manusia yang lebih dicintai oleh Allah untuk dilakukan pada
hari Nahr (Idul Adha), melebihi amalan mengalirkan darah (qurban)...." (HR. Turmudzi)

Insyaallah daging hewan qurbannya akan disalurkan ke pesantren/rumah tahfidz binaan kami dan masyarakat sekitar pesantren...


Pesantren Tahfidzul Qur'an Yatim Dhuafa Hidayatullah Bekasi, antara lain:
- Pesantren Al-Quran & Wirausaha Hidayatullah, Pebayuran
- Ma'had Tahfidz Al-Madinah, Cikarang Barat
- Pesantren An-Najahul Islam, Sukawangi
- Rumah Qur'an Al-Madinah, Karang Bahagia
- Rumah Tahfidz Gema Al-Qur'an, Tambun Utara
- Rumah Tahfidz Al-Qolam, Tambun Utara
- Rumah Tahfidz Ashabul Kahfi, Tambun Utara
- Rumah Tahfidz Hidayatullah Putri, Tambun Utara
- Rumah Tahfidz Al-Farouq, Bekasi Utara


Info: Fahmi (0852-8180-4909)
Hidayat (0813-8606-8612)

Rekening Qurban: Bank Muamalat no. 4960000701 a.n. Yayasan Hidayatullah Islamic Center Cikarang Bekasi

Klik: www.hidayatullahicb.com

Jazaakumullah khoiron katsiron.... Aamiin ya Robbal 'alamiin.

27 Agustus 2016

Sebaik-baik Rumah, yang Ada Anak Yatim Dimuliakan

ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ุฎَูŠْุฑُ ุจَูŠْูˆْุชِูƒُู…ْ ุจَูŠْุชٌ ูِูŠْู‡ِ ูŠَุชِูŠْู…ٌ ู…ُูƒْุฑَู…ٌ -ุฃุจูˆ ู†ุนูŠู… 
Artinya: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda,”Sebaik-baik rumah kalian, rumah di dalamnya yatim yang dimuliakan.” (Riwayat Abu Nu’aim, dishahihkan oleh As Suyuthi)
Memuliakan anak yatim, termasuk di dalamnya memperlakukan dengan kelembutan, memuliakan, menginfaqi, memberikan makan, mendidik dan selainnya. Adapun yatim adalah anak yang telah ditinggal wafat oleh ayahnya meskipun ia memiliki ibu. (Lihat, Faidh Al Qadir, 3/484)
Rep: Sholah Salim
Editor: Thoriq

26 Agustus 2016

Kuttab, Peninggalan Peradaban Islam

KUTTAB yang dalam bentuk pluralnya katatib, sebagaimana disebut Al Mu’jam Al Wajiz adalah tempat bagi anak-anak untuk menghafal Al Qur`an dan mempelajari baca-tulis.
Pada awalnya, ketika masjid tidak digunakan untuk anak-anak belajar, pengajaran Al Qur`an dilakukan di tepian pasar, di beberapa tokonya. Tempat ini sejatinya dibuat bagi anak-anak dari kalangan keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi menengah ke bawah. Adapun untuk keluarga kaya, mereka biasa memanggil guru untuk mengajar anak-anak mereka di rumah. Dari sinilah, sebutan kuttab bermula.
Hingga kini, belum diketahui secara persis awal berdirinya kuttab, namun pada abad ke dua hijriyah kuttab, tradisi mengajar Al Qur`an di kuttab sudah dilakukan, dimana Imam Al Baihaqi dalam Manaqib Imam Asy Syafi’i menyebutkan bahwa Imam Asy Syafi’i pada awalnya belajar di kuttab sebelum melakukan rihlah ilmiyah.
Biasanya, kuttab tidak hanya tempat belajar Al Qur`an bagi anak-anak, namun di tempat itu mereka memperoleh santunan berupa makanan, pakaian serta kebutuhan lainnya, dimana kuttab sangat memperhatikan kondisi anak-anak yatim dan miskin.
Setiap kuttab menunjuk para pendidiknya, yang biasa disebut dengan faqih, dan sistennya yang disebut arif. Para pendidik harus memenuhi syarat-syarat tertentu, karena mereka yang bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak.
Anak-anak yang belajar di kuttab juga memperoleh perhatian dalam masalah kesehatan, dimana dokter selalu datang rutin ke kuttab. Para dokter itu, disamping memeriksa kesehatan anak-anak juga untuk mengetahui apakah seorang anak sudah mencapai baligh atau belum. Jika diketahui sudah mencapai baligh maka mereka dipersilahkan untuk meninggalkan kuttab untuk belajar di jenjang selanjutnya, karena lembaga ini hanya diperuntukkan anak-anak saja.
Dalam tradisi kuttab, jika anak sudah selesai menghafal Al Qur`an, maka diadakanlah sebuah perayaan yang disebut dengan israfah. Saat itu sang anak dinaikkan kuda yang telah dihias, dan di belakangnya, teman-temannya ikut mengarak, dari kuttab menuju rumahnya. Sampai rumah, orang tua anak pun menyambutnya sedangkan anak tersebut juga membawa lembaran yang menunjukkan ia telah selesai belajar di kuttab. Kemudian orang tua pun memberikan hadiah materi kepada pendidik,
Kuttab sendiri banyak terdapat di wilayah Timur, sebagaimana dicatat Ibnu Jubair pada tahun ke 7 hijriah. Disebutkan bahwasanya banyaknya kuttab disebabkan perhatian Shalahuddin Al Ayubi yang memerintahkan Mesir dan Syam kala itu dalam pendidikan anak-anak. Dimana juga disebutkan bahwa di Damaskus terdapat salah satu kuttab besar untuk para anak yatim.
Pada masa selanjutnya, istilah kuttab masih digunakan dalam menyebutkan tempat untuk mengajari Al Quran untuk anak-anak, seperti kuttab yang dibangun di majmu’ah Al Ghauri di Kairo pada 900 H. Bahkan di masa kentemporer, penyebutkan kuttab masih populer, dimana dicatat bahwa Syeikh Al Qaradhawi saat masih kanak-kanak belajar Al Qur`an di kuttab, dalam buku biografi ulama Mesir yang kini tinggal di Qatar ini, yang bertajuk “Yusuf Al Qaradhawi: Ibnu Qaryah wa Al Kuttab”.*


Rep: Sholah Salim
Editor: Thoriq

25 Agustus 2016

Menjadi Muslim Visioner

Seorang Abdullah bin Umar tidak mau kehilangan kesempatan usia muda. Digunakannya waktu dan energi mudanya untuk membela agama Allah

PERNAHKAH melintas bahkan mungkin berkelebat dalam benak kita, mengapa heroisme para sahabat dalam ber-Islam sedemikian hebat, sampai hampir-hampir sebagian besar kaum Muslimin di abad ini meyakini diri mereka tak akan mampu dan bukan tindakan yang tepat meneladani keberanian para sahabat dalam menjalankan dan membela Islam.
Mari kita kembali teliti sebagian dari para sahabat Nabi yang mulia. Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu misalnya, pada usia 15 tahun telah bergabung dala pasukan perang Khandaq dan peperangan sesudahnya bersama Rasulullah. Sepeninggal Rasulullah, Abdullah bin Umar tergabung dalam perang Yarmuk, Qadisiyah, ikut dalam penaklukkan Mesir dan ikut dalam perang melawan orang-orang Persia.
Lantas, apa yang kemudian disampaikan oleh Ibn Umar. “Kemenangan dalam jihad berkaitan erat dengan perbaikan jiwa.” Oleh karena itu Abdullah bin Umar langsung membacakan ayat Al-Qur’an kepada seseorang yang menyatakan dirinya ingin menjual dirinya kepada Allah, ikut berjihad dan gugur di jalan-Nya.
ูฑู„ุชَّู€ٰูٓฎِุٕจُูˆู†َูฑู„ุۡนَู€ٰุจِุฏُูˆู†َูฑู„ุۡญَู€ٰู…ِุฏُูˆู†َูฑู„ุณَّู€ٰูٓฎِุٕญُูˆู†َูฑู„ุฑَّูฒฺชِุนُูˆู†َูฑู„ุณَّู€ٰุฌِุฏُูˆู†َูฑู„ุۡฃَู…ِุฑُูˆู†َุจِูฑู„ูۡ…َุนุۡฑُูˆูِูˆَูฑู„ู†َّุงู‡ُูˆู†َุนَู†ِูฑู„ูۡ…ُู†ฺชَุฑِูˆَูฑู„ุۡญَู€ٰูِุธُูˆู†
ู„ِุญُุฏُูˆุฏِูฑู„ู„َّู‡ِ‌ูۗˆَุจَุดِّุฑِูฑู„ูۡ…ُุคูۡ…ِู†ِูŠู†َ
“Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, beribadah, memuji (Allah), mengembara (demi ilmu dan agama), rukuk, sujud, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah [9]: 112).
Kemudian, mari kita lihat bagaimana sikap seorang Tsabit bin Qais yang mewakili kaum Anshar dalam melihat nilai, akhir dari niat dan tujuannya membela Rasulullah. Tsabit bin Qais adalah seorang yang pandai berorasi, sehingga dia termasuk orator kepercayaan orang-orang Anshar.
Saat Nabi Muhammad datang ke Madinah Al-Munawwarah, Tsabit bin Qais berkhutbah. Dengan suara lantang ia berkata, “Kami akan melindungimu sebagaimana kami melindungi jiwa dan anak-anak kami. Lalu apa yang kami dapatkan?’ Rasulullah menjawab, ‘Surga.’ Mewakili kaum Anshar, Tsabit bin Qais berkata, “Kami rela.”
Hidup memang tidak bisa lepas dari transaski. Tetapi, orang-orang beriman tidak mungkin mau bertransaksi dengan makhluk yang selain pasti rugi lahir-bathin juga berujung pada kesengsaraan. Dua gambaran di atas adalah bukti bahwa orang beriman itu bertransaksinya dengan Allah Ta’ala, dan itulah sebaik-baik visi dalam kehidupan dunia ini.
ุฅِู†َّ ูฑู„ู„َّู‡َ ูฑุดุۡชَุฑَู‰ٰ ู…ِู†َ ูฑู„ูۡ…ُุคูۡ…ِู†ِูŠู†َ ุฃَู†ูُุณَู‡ُู…ۡ ูˆَุฃَู…ูۡˆَูฒู„َู‡ُู… ุจِุฃَู†َّ ู„َู‡ُู…ُ ูฑู„ุۡฌَู†َّุฉَ‌
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.” (QS. At-Taubรกh [9]: 111).
Terhadap ayat tersebut, Ibn Katsir dalam tafsirnya menulis, “Allah memberitahu, bahwa Dia akan memberikan ganti atas diri dan harta benda hamba-hamba-Nya yang beriman, karena mereka telah rela mengorbankanya di jalan Allah, digantinya dengan Surga. Yang demikian itu merupakan karunia, kemuliaan dan kebaikan-Nya.
Hasan Al-Bashri dan Qatadah berkata, “Sesungguhnya Allah telah membeli mereka. Demi Allah, harga mereka menjadi sangat mahal.”
Inilah keadaan yang menjadi visi setiap Muslim dan Mukmin. Mereka sama sekali tidak tertarik dengan janji-janji manusia, apalagi yang secara nyata jahil yang karena itu memusuhi agama Allah. Pantas jika kemudian Ibn Al-Jauzi dalam bukunya Shaidul Khatir mendorong diri kita untuk benar-benar memiliki visi yang jauh.
Visi itu harus ditandai dengan beberapa hal. Pertama, adanya kecermatan diri dalam melihat kesudahan dari segala perkara dan pilihan tindakan yang dipilih. Misalnya, seorang Muslim ingin bahagia dunia-akhirat, menjalankan praktik riba, membiasakan dusta, adalah jalan yang pasti akan dijauhinya. Sebab, jika tidak, kebahagiaan dari siapa yang didambakannya dan diyakini pasti bisa diraihnya?
Maka seorang Abdullah bin Umar tidak mau kehilangan kesempatan usia muda. Digunakannya waktu dan energi mudanya untuk membela agama Allah. Dirinya tidak mau terpedaya dengna masa muda, sehingga terus-menerus larut dalam maksiat, dan menunda-nunda taubat. Jadi, tidak benar ungkapan bahwa masjid untuk 60 tahun ke atas. Sebab, menjauhkan diri dari jihad pada usia produktif adalah ciri diri belum memiliki visi yang semestinya.
Bahkan seorang Muslim yang visioner akan benar-benar meresapi apa yang disampaikan oleh Syaiban Ar-Ra’i kepada Sufyan. “Wahai Sufyan! Anggaplah bahwa nikmat yang Allah halangi darimu adalah pemberian dari-Nya untukmu, karena Dia tidak menghalangimu karena kikir, namun Dia menghalangimu karena kasih-Nya.”
Dan, terhadap ucapan tersebut, Ibn Al-Jauzi menyampaikan, “Ternyata aku perhatikan itu adalah ucapan orang yang telah mengatahui hakikat perkara.”
Dari sini teranglah bahwa mengapa heroisme keimanan para sahabat sangat luar biasa. Tidak lain karena mereka memiliki visi yang jauh. Mereka melakukan transaksi, tetapi hanya dengna Allah. Diserahkan jiwa raganya untuk Allah, sehingga dengan itulah mereka mengharapkan keridhoan Allah, sebaik-baik dan paling terjaminnya transaksi dalam kehidupan fana ini.
Jika ada Muslim, Mukmin yang orientasi hidupnya masih mengalami penyimpangan, boleh jadi visinya melenceng dan karena itu ia tidak lagi memperhatikan jiwanya. Rasionya mungkin terus diasah, tetapi tajamnya bukan pada kebaikan dirinya sendiri, apalagi orang lain. Tetapi malah menyembelih diri sendiri.
Ia hanya akan menjadi seorang yang menyesal dan seperti yang diungkapkan oleh sahabat Jallaudin Rumi dari Tabriz, “Jika Ilmu tak membuatmu telanjang dari hawa nafsu. Sungguh kedunguan lebih baik bagimu.” Untuk itu, mari menjadi Muslim yang visioner, yang bahagia bukan karena limpahan benda-benda, pujan dan tepuk tangan manusia. Tetapi karena lelah berjuang, berkorban untuk ikut serta menegakkan agama Allah. Wallahu a’lam.*

Rep: Imam Nawawi
Editor: Cholis Akbar
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

22 Agustus 2016

Rahasia Tidur Miring ke Kanan Anjuran Nabi

AL-Quran dan hadits sangat rinci membahas masalah tidur, termasuk posisi yang di sunnahkan Rasulullah sebelum ilmuwan modern menelitinya

MENSHEALTH

Posisi tidur ternyata berpengaruh cukup signifikan terhadap kesehatan seseorang
MENIKMATI tidur malam yang baik dan berkualitas adalah hal penting untuk kesehatan, tubuh, pikiran, dan suasana hati kita, terutama karena kita telah menghabiskan sepertiga hidup kita melalui tidur.
Tahukah Anda, posisi tidur yang kurang tepat justru akan mempengaruhi kesehatan Anda? Adalah Professor Chris Idzikowski, Direktur Sleep Assessment and Advisory Service, pernah melakukan penelitian soal ini. Dengan melibatkan 1.000 relawan, Profesor Chris menganalisa enam posisi tidur. Hasilnya? Posisi tidur ternyata berpengaruh cukup signifikan terhadap kesehatan seseorang.
Menurut Dr Hooman Melamed, ahli bedah ortopedi di DISC Sports & Spine Center di Los Angeles, California mengatakan, 80 persen populasi mungkin akan mengalami nyeri punggung beberapa kali dalam hidupnya yang disebabkan posisi tidur yang salah.
“Posisi tidur dapat menyebabkan nyeri pada punggung dan leher, gangguan perut, bahkan penuaan dini,” ujarnya.dikutip medicaldaily.com.
Tidur merupakan topik penting dalam literatur Islam. Agama Islam melalui Al-Quran dan Hadits bahkan membahas jenis tidur, pentingnya tidur, dan praktek tidur yang baik. Islam menganggap tidur sebagai salah satu tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wata’ala.  Mungkin tidak semua agama memiliki  kajian khusus seperti ini.
“Dan di antara tanda-tanda-Nya adalah Anda tidur malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya, sesungguhnya dalam tanda-tanda bagi orang-orang yang mendengarkan.” [QS: ar Rum [30]:23].
Ilmuwan modern percaya kurangnya waktu tidur memiliki efek merusak pada konsentrasi mental, memori, suasana hati dan kualitas hidup. Data terbaru juga menunjukkan bahwa kurang tidur mengganggu fungsi endokrin dan metabolisme.
Karena itu, menurut National Sleep Foundation dianjurkan bagi setiap orang dewasa menghabiskan tujuh sampai delapan jam untuk tidur setiap hari.
AL-Quran dan hadits sangat rinci membahas masalah tidur, bahkan termasuk bagaimana posisi yang di sunnahkan Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam sebelum ilmuwan modern menelitinya.
Hadits al Barra bin Azib, Rasulullah bersabda :
“Apabila kamu hendak tidur maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk sholat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan.” (HR. Bukhari).
Dalam riwayat lain Rasulullah juga bersabda;Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu,” (Hr Al-Bukhari dan Muslim).
Rasulullah juga membenci orang yang tidur tengkurap. Dari Ibnu Tikhfah Al Ghifari, dari Abu Dzarr, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat di hadapanku dan ketika itu aku sedang tidur tengkurap. Beliau menggerak-gerakkanku dengan kaki beliau. Beliau pun bersabda, “Wahai Junaidib, tidur seperti itu seperti berbaringnya penduduk neraka.” (HR. Ibnu Majah)
Berikut menfaat tidur dengan posisi miring ke kanan yang diambil dari berbagai sumber.
  • Tidur dalam posisi ke kanan dapat mengistirahatkan otak kiri. Dengan tidur miring ke kanan,  dapat menghindarkan dari bahaya yang timbul seperti pengendapan pembekuan darah, lemak, asam sisa oksidasi, dan penyempitan pembuluh darah.
  • Dapat mengurangi beban jantung. Dengan posisi miring ke kanan saat tidur dapat membuat darah terdistribusi secara merata dan terkonsentrasi ke tubuh bagian kanan, membuat aliran darah yang masuk dan keluar jantung lebih melambat sehingga denyut jantung lebih lambat dan tekanan darah akan menurun.
  • Mengistirahatkan lambung. Dengan tidur miring ke kanan menyebabkan aliran chiemlancar sehingga cairan empedu meningkat. Hal ini dapat mencegah batu kantung empedu.
  • Meningkatkan waktu penyerapan gizi. Dengan posisi tidur miring ke kanan membuat perjalan makanan yang tercerna lebih lama, sehingga penyerapan sari makanan lebih optimal.
  • Merangsang buang air besar. Dengan tidur miring ke kanan akan membuat proses pengisian usus besar lebih cepat penuh sehingga merangsang gerak usus besar dan relaksasi dari otot anus. Ini akan merangsang untuk buang air besar.
  • Mengistirahatkan kaki kiri. Dengan tidur miring ke kanan akan membantu pengosongan vena kaki kiri sehinnga rasa pegal lebih cepat hilang.
  • Menjaga kesehatan paru-paru. Paru-paru kanan lebih besar daripada paru-paru kiri. Saat tidur miring ke kanan, jantung juga akan condong ke kanan. Hal ini tak masalah karena jantung akan menekan paru-paru kanan yang ukurannya lebih besar.
    Menjaga saluran pernafasan. Dengan tidur miring ke kanan akan mencegah jatuhnya pangkal lidah yang dapat mengganggu saluran pernafasan.
  • Untuk sekarang apa salahnya kita membiasakan dengan tidur miring ke kanan untuk memperoleh posisi tidur yang sehat.
Marilah kita mengamalkan sunnah, sebagaimana telah terbukti manfaatnya bagi diri kita semua.*
Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

20 Agustus 2016

“Cahaya” Menyapa Hidayah di Kala Subuh

Iqro sabar mendengar cibiran dan ocehan teman dan tetangganya. Ia akan terus mempertahankan hidayah yang telah ia peroleh
Iqro Hidayah, berjenggot
PAGI  itu ia menyusuri padatnya lalulintas jalan Ibu Kota Jakarta. Satu persatu kantor ia jajaki, namun tak jua ia dapat pekerjaan. Sebelum berangkat melamar kerja ada seorang kerabat datang dari kampung halaman yang baru saja tiba.
Kerabat ini menyampaikan amanat pesan, bahwa ayahnya menitip pesan supaya ia segera menikah. Sebagai seorang anak, ia tau bahwa apa yang disampaikan ayahnya lewat saudaranya adalah sinyal ia harus segera hidup mandiri, tanpa harus bergantung kepada orang tua lagi.
Hari demi hari ia lalui dalam masa kuliah di sebuah kampus Islam di Jakarta. Sambil menyelesaikan kuliah, dia masih terus menapaki lorong lorong ibu kota agar mendapatkan pekerjaan yang layak, tapi tak kunjung juga menyapa .
Tibalah ia menemukan seorang saudagar kaya pemilik sebuah hotel di Jakarta. Hotel dengan 17 lantai ini adalah pemiliknya orang asli Padang. Ia sempat diwawancarai oleh pemilik hotel.
“Sebenarnya kamu asal dari mana?” tanya pemilik hotel. “Ohya, saya dari Flores Timur, NTT,” demikian jawabnya.
“Yang saya tahu di Flores mayoritas Nasrani, tetapi Anda tak menampakkan seorang Nasrani?”
” Ia pak, di kampung kami ada keluarga kami yang Nasrani tapi dari garis keturunan kakek-nenek kami tak ada satupun yang Nasrani, “ demikian jelasnya.
Alhamdulillah, akhirnya ia diterima pihak hotel dan bekerja sebagai tim supervisi keuangan. Setelah bekerja dia memutuskan menikah dengan gadis Padang.
Maklum,  ia tahu betul, di tempatnya bekerja, siapa saja bisa menginap. Kamar bisa disewa siapa saja, kapan saja selalu silih berganti orang dengan tipe dan model yang berbeda-beda. Ia harus hidup mandiri dan lagi pula takut dirinya terjerat maksiat bekerja di hotel sehingga jalan satu satunya yaitu menikah di usia muda. Waktu itu ia baru berumur 20 tahun, kenangnya. Demikian kisah Iqro’ Hidayah.
Uang setan dimakan jin…
Namun bekerja di hotel membuatnya tak nyaman.  Meski bonus dan tips boleh dibilang melimpahia mangaku, tak menemukan kebahagiaan. Keresahan terus bertambah saat ia menemukan banyak yang tak sesuai dengan hati dan pikirannya.
Dikala pesanan kamar hotel dan bonus  dari pemesan selalu ia terima tanpa sepengetahuan dari atasan. Itu  berjalan hingga beberapa tahun. Ibarat mengumpulkan banyak uang tetapi hasilnya tak begitu berkah.
Uang dan harta yang selama itu dikumpulkan habis begitu saja. Seolah tak ada keberkahan yang ia peroleh dari hasil jerih payah selama bekerja selama ini. Seolah ‘uang setan dimakan jin’, begitulah  pria kelahiran 1969 ini mengistilahkan.
Mendapat cobaan…
Hampir sepuluh tahun ia berada di Jakarta. Niat ingin memboyong anak dan istri pulang ke kampung halaman silaturahmi bersama orang tuanya, akhirnya kesampaian. Saat waktu itu anaknya baru dua. Setibanya di  Adonara, Kabupaten Flores Timur, keluarga sangat senang melihat kedatangan mereka dari tanah perantauan. Apalagi membawa istri dan anak.
Selama  sebulan di kampung, anak pertamanya mengalami sakit dan tak bisa tertolong dengan bantuan medis ala kadarnya, maklum kehidupan di kampung. Akhirnya  Allah Subhanahu Wata’ala mengambil titipanNya.
Tak kuasa air mata pun terus berlinang dari mata Iqro Hidayah beserta keluarga saat menerima cobaan. Selang beberapa pekan berada di kampung setelah anaknya meninggal, Iqro berharap bisa kembali ke Jakarta melanjutkan pekerjaannya. Namun  istrinya menolak untuk kembali ke Jakarta karena ia masih keberatan meninggalkan kampung dari suaminya itu, karena baru sepekan mendiang anaknya pergi menghadap ilahi.
Iqro pun memberikan pengertian. “Kalau saya tak bisa kerja, bagaimana nanti kita bisa makan? Ijin dari tempat  saya bekerja hanya dua bulan, sedangkan masa ijin pun akan berakhir, “jelas Iqro kepada istrinya.
Musibah datang tatkala ia tak memeuni hanji majikannya mengakhiri masa cuti. Pihak hotel memutuskan ia dikeluarkan.
Selama di kampung, bekal yang di bawa dari Jakarta pun kian menipis. Hidupnya kini berubah dari yang dulu. Yang dulu hidup serba ada, sekarang hidup serba tak ada dan tak menentu. Tak memiliki pekerjaan,  dan sempat menganggur bertahun-tahun lamanya.
Ia hanya  keluar rumah mencari perkumpulan pemain kartu,  berjudi dengan modal yang sisa sedikit.  Ia berharap ada tambahan saat bermain judi tapi sebaliknya,  uang selalu habis ludes dibuat bermain judi di kampung.
Setiap hari keresahan terus bertambah. Hidupnya terasa hambar dan tak menentu. Istrinya pun terus berkeluh kesah di hadapan sang Maha Pemberi Harapan, Allah Subhanahu Wata’ala agar ia segera dikembalikan seperti dulu.
Hidayah menyapa…
Suatu saat, ada segerombolan anak muda datang ke rumahnya untuk mengajaknya shalat di masjid. Pertama kali ia menolak diajak. Karena selama ini, dirinya tak pernah melaksanakan shalat.  Ia hanya shalat senaknya.
Lewat beberapa hari, gerombolan anak muda itu kembali menyapa. Mereka menyampaikan nasihat tentang iman dan amal yang akan kita bawa nanti. Sempat ia menolak. “Kalian jangan ajarin saya yaa..,” ujar Iqro yang pernah mengenyam pendidikan jurusan kimia ini  tak habis akal.
Tak berapa lama selepas Ashar, gerombolan anak muda itu datang kembali ke rumah Iqro Hidayah dan mengajaknya untuk shalat di masjid agar meramaikan suasana masjid kampungnya.
Akhirnya iapun menyerah dan menyampaikan bahwa besok Subuh saja ia janji ke masjid. Maklum, saat Subuh tak ada orang-orang yang tau dan melihat dirinya.
Namun salah seorang anak muda dari mereka menyampaikan. “Siapa yang bisa menjamin bapak bisa hidup hingga Subuh nanti?” Ia pun terpaksa ke masjid dengan pakaian kaos.
Sesampai di masjid adzan Magrib berkumandang. Iqro  menunaikan shalat.  Saat sholat Isya’ ia tak ke masjid. Ketika adzan Subuh berkumandang ia segera mengambil sarung dan pakaian seadanya untuk berangkat menunaikan sholat  di masjid tanpa sepengetahuan istrinya.
Usai sholat Subuh kegiatan di masjid yang diisi oleh anak muda itu adalah ta’lim, cermah singkat. Ia ikuti dari untaian mutiara Subuh kali ini. Entah, isi taklim kali ini membuatnya menyadari dosa dan kesalahannya selama ini ketika meninggalkan sholat.
Matahari di ufuk timur mulai muncul pertanda kajian Subuh telah usai, ia pun kembali ke rumah. Tetangga di sekitar rumah dan istrinya pun mulai heran dengan kelakuan suaminya hari itu.
Perlahan tapi pasti,  hidayah itu terus mengalir dalam hidupnya. Memang terasa berat tantangan awal ketika behadapan dengan teman, keluarga dan tetangganya saat dirinya sudah mulai sedikit berubah. Bahkan ada teman dan keluarganya yang mencemoohnya.
“Masa si Iqro sudah sadar?”
“Perasaan baru kemaren kita bermain judi bersamanya,” ujar yang lain.
“Jangan-jangan hanya karena kalah judi ia sadar,” tukas teman akrabnya.
Iqro Hidayahpun sabar mendengar cibiran dan ocehan dari temannya.
Ia terus mempertahankan apa yang menjadi harapannya selama ini, yaitu senanti berada dalam hidayah_Nya.
Kepada hidayatullah.com, Iqro mengaku akan terus berjuang menyadarkan orang-orang yang ada di kampungnya, sebagaimana ia dulu tersesat dari cahaya kebenaran. Iqro kini memutuskan menjadi juru dakwah,  dan aktif di Jamaah Tabligh. */Abu Zain Zaidan (NTT)
Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !