Pembukaan Dauroh Putri Penghafal Al-Qur'an

Alhamdulillah... Yuk salurkan infak shodaqoh anda untuk menyukseskan program Dauroh Putri Menghafal Al-Qur'an 60 Hari tgl 1 Agustus - 30 September 2016.... Dauroh ini bertujuan mencetak Guru Pembimbing Al-Qur'an yang mana nanti akan disebar ke seluruh penjuru nusantara...

Program Daurah Putri 60 Hari 30 Juz

POJOK SURGA Alhamdulillah... Yuk salurkan infak shodaqoh anda untuk menyukseskan program Dauroh Putri Menghafal Al-Qur'an 60 Hari tgl 1 Agustus - 30 September 2016.... Dauroh ini bertujuan mencetak Guru Pembimbing Al-Qur'an yang mana nanti akan disebar ke seluruh penjuru nusantara... Kegiatan selama 2 bulan ini diadakan di kampus hidayatullah karang bahagia, perum bumi madani indah, desa sukaraya, kec. karang bahagia, kab. Bekasi.

"TRAINING CEPAT Menghafal Al-Qur'an 40 Hari Hafal 30 Juz"

Untuk Ikhwan dan Akhwat Angkatan ke XI 20 Oktober – 30 November 2016.

Berbagi Untuk Santri Yatim Duafa Penghafal Al - Qur'an

silakan salurkan Infak Shadaqah terbaiknya dengan cara transfer ke Rekening : 1. Bank Muamalat Cab. Tambun No. Rekening : 4960000701 An. Yayasan Hidayatullah Islamic Center Cikarang Bekasi 2. Bank BRI Cab. Karang Satria No. Rekening : 788801003356536 An. Hidayatullah 3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Kali Malang No. Rekening : 7052026851 An. Hidayatullah Untuk konfirmasi transfer, silakan hubungi Ust. Fahmi : 085281804909 / 08982232306.

Mutiara Dakwah Hari Jum'at

Berbagi untuk santri yatim dhuafa penghafal Al -Qur'an .

DONATUR APRIL - MEI 2016
PT. Waskita Beton Precise - Bekasi Rp. 10.000.000 | HAMBA ALLAH - Bekasi Rp.100.000 | EDI - Cibitung Rp. 3.000.000 | Ibu Wiwin - Bekasi Utara Rp.5.000.000 | HERU IRAWAN - Cikarang Rp.300.000 | NUGROHO - Bekasi Rp.40.000 | ZAINURI - Tambun Rp. 300.000 | HAMDAN - Kalimalang Rp.50.000 | OSCAR HUTAHURUK - Cikumpa Rp.130.000 | REYNALDI - Bogor Rp.50.000 | JOSEPHAT JASSIN - Jakarta Rp.300.000 | VICKY VALLEY - Bekasi Rp.40.000. Bagi dermawan sekalian yang ingin turut beramal jariyah mendukung program Hidayatullah Islamic Center Bekasi dapat melakukan donasi ke rekening di tautan DONASI ANDA atau KLIK DI SINI!

9 Desember 2019

Pembangunan Asrama Pesantren Tahfizh Al QUR'AN Yatim Dhuafa Ashabul Kahfi



Pembangunan Asrama Pesantren Tahfizh Al QUR'AN Yatim Dhuafa Ashabul Kahfi

Alhamdulillah pembangunan Asrama sudah berjalan, masih banyak sekali kebutuhan yang diperlukan dalam pembangunan ini semoga bapak dan ibu bisa membantu untuk mensukseskan pembangunan ini.

Rincian Pembangunan Asrama sebagai berikut :
1. PERKERJAAN AWAL = Rp. 42.605.000,-
2. PEMBUATAN CAKAR AYAN = Rp. 3.780.000,-
3. PEKERJAAN PONDASI = Rp. 25.350.000,-
4. PEMASANGAN SLOP BAWAH= Rp. 50.770.000,-
5. PEKERJAAN LANTAI 1 = Rp. 56.620.000,-
6. PEKERJAAN TIANG = Rp. 17.630.000,-
7. PEMASANGAN HEBEL = Rp. 25.160.000,-
8. PEMASANGAN SLOP LT. 2 = Rp. 50.770.000,-
9. PEKERJAAN LT. 2 = Rp. 56.620.000,-
10. PEKERJAAN TIANG LT. 2 = Rp. 17.630.000,-
12. PEKERJAAN HEBEL LT. 2 = Rp. 25.160.000,-
13. PEKERJAAN SLOP ATAS = Rp. 50.770.000,-
14. PEKERJAAN ATAP = Rp. 22.100.000,-
15. PLESTER/ACIAN = Rp. 16.395.000,-
16. KUSEN PITU + DAUN PINTU = Rp. 29.400.000
17. PEMASANGAN KERAMIK TANGGA / COR = Rp. 40.793.000,-
18. PEKERJAAN JALAN KEARAH ASRAMA (P=30,L=4) = Rp. 21.066.000,-
19. PEKERJA = Rp. 137.700.000
20. JASA RESIKO = Rp. 65.031.900,-

TOTAL = Rp. 755.350.900,-

Dari kebutuhan tersebut untuk mempermudah kami membagi jadi 755 paket, 1 paket = 1 jt.. Monggo bagi bapak dan ibu ingin mengambil berapa paket😊🙏🏻

Uluran tangan bapak/ibu sangat dibutuhkan untuk mensukseskan pembangunan Asrama Pesantren Tahfizh Yatim Dhuafa Ashabul Kahfi, jika bapak/ibu ingin menginfakan dan mensodaqohkan  harta nya untuk santri penghafal Al-Quran yatim dhuafa pesantren tahfizh ashabul kahfi bisa dikirimkan donasi lewat :

- BNI Capem. Mutiara Gading No. Rek :0431912428
A/N : Bpk Hidayatullah

- Bank Syariah Mandiri (BSM)
No Rek : 7117656758
A/N : Hidayatullah

Dan juga bisa datang langsung ke pesantren
Alamat : Jl. Desa Satria Jaya, Kp. Gebang Rt 02 Rw 03, desa Satria Jaya, Kec. Tambun Utara, Kab. Bekasi - JABAR 17510

https://goo.gl/maps/xk9NW2ff8dy

Semoga apa yang diberikan bpk/ibu/sdr menjadi shadaqah jariyah dan pemberat amal kebaikan. Aamiin ya allah ya robbal aalamiin

Penerimaan Santri Baru Pesantren Tahfizh Ashabul Kahfi Bekasi



PESANTREN TAHFIZH ASHABUL KAHFI BEKASI☘☘☘
🏬 Telah dibuka Pendaftaran santri baru tingkatan SD*, SMP (putra)
🏘 Pesantren yang mencetak generasi ber-karakter Qur'ani, cerdas, dan ber-Akhlakul Karim
🏘 Kurikulum berbasis Al-Qur'an yang dipadu dengan kurikulum Diknas dan Depag
🛣 Tujuan & Target
✅ Mencetak hafidz 30 Juz & mutqin
✅ Santri berkarakter Qur'ani
✅ Mencetak muallim Qur'ani

🗒 PROGRAM
✒ Tahfizh 30 Juz
✒ Diniyah Islamiyah
✒ Pandu
✒ Eskul
✒ SD
✒ SMP
✒ TAKHAHUS

🏆 KEUNGGULAN
🎗Menerapkan konsep pendidikan berbasis Al-Qur'an dengan sistem boarding school
🎗Program pendidikan selama 3 Thn
🎗Berijazah formal, ijazah tahfizh, & ijazah diniyah pesantren
🎗Program Ekstrakurikuler (Komputer , memanah, & berenang)

🗒PERSYARATAN
1. Bisa membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar
2. Siap mondok sampai selesai
3. Menyerahkan syarat administrasi
4. Menandatangani lembar komitmen orangtua dan santri.
5. Mengisi lembar kesediaan berinfaq.
6. Mengisi Formulir Pendaftaran (biaya Rp. 100.000)

📋 JADWAL PENDAFTARAN
Gelombang I
🗓 Pendaftaran : 1 Oktober 2019 - 31 Januari 2020
🗓 Tes : 1-3 Februari 2020
🗓 Pengumuman : 4 Februari 2020
Gelombang II
🗓 Pendaftaran : 1 Februari - 30 April 2020
🗓 Pengumuman : 4 Mei 2020
🛣 Alur Pendaftaran
📝 Isi format pendaftaran Online selengkap-lengkapnya
🏧Transfer biaya pendaftaran melalui :
                   Bank BRI Cab. Karang Satria No. Rek: 788801003356536
                   A/N : Hidayatullah
📠Mengirim bukti transfer melalui whatsapp ( 0877-4175-0792)
🌐Pendaftaran langsung secara Online :
Google: https://forms.gle/mRZk7XLW9MdHR4Km6
☎Contact Person Pendaftaran (Telp/SMS/WA):
📲 DEDI SUSILO ( 0877-4175-0792 )
📲 SUPARMAN ( 0821-2237-9943 )
🏡Alamat Kantor :
1). Jl. Desa Satria Jaya, Rt.02 Rt.03 Kp. Gebang, Desa Satria Jaya, Kec. Tambun Utara, Kab. Bekasi, JABAR. Kode pos : 17510, (Telp : (021) 89993696)
2). https://goo.gl/maps/TCYKsaFGeYkfycsg7
Info Lebih lanjut Kunjungi :
📧 Email : yayasanashabulkahfibekasi@gmail.com
🇲🇨 Fanspage : : https://www.facebook.com/pesantrentahfizh.ashabulkahfi
ℹ Instagram : : : https://www.instagram.com/pptq_ashabul_kahfi/?hl=id
Ket : * SD KLS 4-6

DAURAH QUR’AN LIBURAN AKHIR TAHUN




بسم الله الرحمن الرحيم
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” HR. Bukhori

 🔊 AYO IKUTILAH....!
"DAURAH QUR’AN LIBURAN AKHIR TAHUN"

👳🏼 MURRABI/MUHAFIZH :
Dauroh ini akan dibimbing oleh para Muhafidz yang sudah berpengalaman dibidangnya.

🏪WAKTU DAN TEMPAT
🗓 Ahad, 22 Dember 2019 s/d 4 januari 2020
⏰ 08:00 s/d 11:00 WIB
⛺ jl. Desa Satria Jaya, Rt.02 Rt.03 Kp. Gebang, Kec. Tambun Utara, Kab. Bekasi.

🅿 PERSYARATAN PESERTA, ANTARA LAIN:
1. Khusus Ikhwan
2. Jenjang pendidikan SD, SMP, SMP dan SETARA
3. Sehat jasmani dan rohani
4. Siap berasrama (full ontime selama dauroh)

💰 HTM 650.000 perorang

🏠FASILITAS
☑ Masjid, asrama, peginapan, dan lapangan
✅ Sertifikat,
✅ Snack,
✅ Al-Qur’an
✅ bisa merasakan hidup menjadi santri penghafal qur’an

📝PENDAFTARAN
▪melalui whatsapp, ketik :
Nama Lengkap # Jenis Kelamin # Umur # Domisili
kirim ke 0821-1415-8623

📲Bagi yang berminat, silakan hubungi:
Ustadz Hakim (0821-1415-8623)

📡Acara ini diselenggarakan oleh :
YAYASAN ASHABUL KAHFI BEKASI
PESANTREN TAHFIZH ASHABUL KAHFI BEKASI

📣KUOTA TERBATAS!

🏢OFFICE :
⛺ jl. Desa Satria Jaya, Rt.02 Rt.03 Kp. Gebang, Kec. Tambun Utara, Kab. Bekasi.
Telp. : 021-83656463
WA : 0821-1415-8623

🔑Fanspage : https://www.facebook.com/pesantrentahfizh.ashabulkahfi
Instagram : https://www.instagram.com/pptq_ashabul_kahfi/?hl=id
YouTube : https://www.youtube.com/channel/UCxhwbBoPspqogZobMdhaUwg
Email :       yayasanashabulkahfibekasi@gmail.com

 🏧No Rekening
Rekening : Bank Muamalat Cab. Tambun No. Rek: 4960000701
                   A/N : YYS Hidayatullah Islamic Center Cikarang Bekasi
                    Bank BNI Capem. Mutiara Gading No. Rek: 0431912428
                   A/N : Bpk Hidayatullah
                   Bank BRI Cab. Karang Satria No. Rek: 788801003356536
                   A/N : Hidayatullah
                   Bank BSM Cab. Kali Malang No. Rek: 7117656758
 A/N : Hidayatullah

4 Desember 2019

Al Qur’an Obat Kegersangan Hati, Bekal Utama Gapai Bahagia


SOAL motivasi, tidak ada yang bisa menandingi al-Qur’an. Jangankan melampaui mukjizat kitab suci umat Islam, mendekati kehebatannya saja tiada satupun yang mampu.
Ini berlaku sejak diturunkannya wahyu pertama pada 1400 tahun lebih yang silam. Hingga Hari Ditiupnya sangkakala, pertanda habisnya masa kehidupan di alam dunia ini. Tak heran, al-Qur’an dipenuhi dengan lembar-lembar sejarah yang sarat inspirasi. Kisah-kisahnya telah lama berlalu. Namun pelajarannya berlaku sepanjang masa.
Hebatnya, al-Qur’an tidak cuma soal motivasi biasa-biasa saja. Layaknya buku karangan manusia yang disesaki dengan ratusan kata-kata penyemangat jiwa. Al-Qur’an bukan pula hanya berisi tips-tips pengembangan diri dan sejenisnya. Sebagaimana yang sering didapati di training-training atau pelatihan yang diadakan. Tapi Kalam Ilahi tersebut juga berisi janji pasti dan solusi mumpuni untuk semua persoalan yang dihadapi manusia.
Contohnya, sebagian manusia modern kadang mengeluh hari ini. Mengaku bahwa bahagia yang dikejarnya tak kunjung ketemu. Hari-harinya justru diratapi setiap waktu. Dadanya sesak. Ia merasa hanya beralih dari satu duka ke lara berikutnya. Masalahnya tak pernah henti mendera. Ibarat gelinding bola salju, makin hari masalah itu terus menggunung. Akibatnya jiwanya stress. Pikirannya kalut. Seolah tak ada lagi solusi dalam hidupnya.
Dalam kondisi demikian, tiba-tiba timbul bisikan dalam hati. Bukankah dia punya Tuhan Yang Maha Penolong? Tapi kenapa dirinya seolah dibiarkan begitu saja. Tidakkah al-Qur’an pernah memberi janji? Namun kemana gerangan pertolongan itu? Dia pun mulai menggugat. Merasa tak ada yang peduli dengan keadaannya. Keyakinannya berangsur pudar. Seiring bintik-bintik keraguan itu terus tumbuh berkecambah dalam hatinya.
Masalahnya, dan inilah yang tak disadarinya. Rupanya dia sendiri yang selama ini menjauhi al-Qur’an. Mushafnya dibiarkan tergeletak berdebu. Teronggok begitu saja. Tanpa pernah dibukanya apalagi dipelajari.
Sekian banyak ilmu dikejarnya tanpa kenal rasa lelah. Dia lupa bahwa ilmu pasti, yaitu jalan keluar tersebut justru pada al-Qur’an yang diabaikannya. Ilmu tentang urusan-urusan dunia yang fana begitu diminatinya. Sedang terhadap perkara agama dan menyangkut kehidupan setelah mati yang pasti justru terabaikan.
Ia tampak sibuk bekerja untuk meraih bahagia. Tapi yang didapat justru kepayahan yang tak berbilang. Jiwanya kering. Fisiknya letih. Justru nafsunya yang kian lapar. Ibarat meneguk air laut, makin ditelan hausnya malah kian menjadi-jadi.
Ia benar-benar lupa. Atau mungkin lalai kalau di dalam al-Qur’an, ada banyak kisah yang serupa dengan jalan hidupnya. Tentang orang-orang yang mesti menanggung beban hidup dan beratnya ujian yang menimpanya.
Bedanya, sosok-sosok inspiratif dalam al-Qur’an tersebut punya iman yang teguh. Keyakinannya kepada Tuhannya tak pernah pudar. Setegar batu karang di lautan, seperti itu teguhnya kesabaran orang tersebut. Bahwa sabar yang disertai iman itu niscaya sanggup menyelesaikan masalahnya. Bahwa shalat yang sekira ditegakkan setiap waktu adalah sarana paling efektif mengadukan setiap persoalan hidupnya. Apakah hasilnya bisa dinikmati di dunia atau ditangguhkan dengan balasan di surga? Itu biar jadi kehendak Allah saja.
Baca kisah Nabi Yusuf, misalnya. Bisa apa Yusuf kecil saat dibuang ke dalam sumur tua oleh saudara-saudaranya yang penuh iri? Usianya masih anak-anak. Tenaganya begitu lemah. Sumurnya teramat dalam. Dindingnya sempit. Tempatnya jarang dilalui manusia. Tepat di tengah sahara.
Lalu, bisa apa Yusuf saat itu? Adakah solusi baginya? Bisakah ia keluar dengan selamat dari sumur tua itu? Sanggupkah dia bertahan dengan tubuh kedinginan berhari-hari? Dan masih ada sederet keraguan lainnya, jika itu yang dipermasalahkan.
Al-Qur’an menoreh kisah ajaib tersebut. Jawabnya, Yusuf bisa berdoa. Yusuf pernah dibekali ilmu dan dimotivasi ayahnya, Nabi Ya’qub, tentang Zat Yang Maha Kuasa. Bahwa meski dicebur dalam sumur tak bertuan, ada Tuhannya yang pasti bersamanya selalu.
Solusinya, Yusuf tawakkal dengan amal shalehnya, sebagai anak yang penurut lagi qurratu a’yun (penyejuk mata). Harapannya, ada doa sang ayah yang tak kunjung putus untuk kebaikan generasi pelanjutnya.
Inilah barakah ilmu yang sebenarnya. Manfaatnya bukan sekadar diri yang termotivasi atau terbakar semangatnya. Tapi motivasi ilmu itu menular hingga melahirkan gugusan keyakinan yang begitu kuat. Keyakinannya tak pernah pudar.
Bahwa bersama kesulitan yang mengadang selalu ada jalan yang terang benderang. Siapa sangka, atas izin Allah, tiba-tiba ada rombongan pejalan kaki yang melewati sumur itu? Siapa pula yang memotivasi dan menggerakkan hati mereka untuk menurunkan timba ke dalam sumur tersebut? Jawabnya, Allah-lah yang memberi motivasi dan Allah juga yang menjawab keyakinan itu.
MASYKUR SUYUTHI

29 November 2019

Hidup yang Menghidupkan Hati

Hati ini berkarat seperti berkaratnya besi jika terkena air. Pembersihnya banyak mengingat mati dan membaca Al-Quran
Dsebuah masjid perumahan di bilangan Bogor Jawa Barat, pada saat khutbah Jum’at (21/12) sang khotib menyebutkan kondisi memperihatinkan yang terjadi pada sebagian besar umat Islam, dimana yang tidak penting menjadi prioritas, sedangkan yang prioritas justru diabaikan.
“Banyak di antara kita yang membaca Al-Qur’an, lima menit pun tidak sanggup. Tetapi betah berjam-jam lamanya membaca Whatsapp, sehingga kita tidak merasa penting memperhatikan iman dan hati kita,” tegasnya.
Dalam era dimana informasi bak gelombang yang datang tiada henti, manusia kerapkali larut pada apa yang menarik perhatian banyak orang (viral), sehingga tanpa sadar, jari-jemari kita, mata dan konsentrasi kita tertarik untuk menyimaknya, pada saat yang sama kita perlahan, tanpa sadar, semakin jauh dari Al-Qur’an.
Kondisi ini, tentu penting kita pahami agar diri tak hidup sekedar bisa melihat, tetapi juga berarti dalam kehidupan ini. Dan, untuk sampai pada kondisi tersebut, tidak mungkin bisa diupayakan, jika kau Muslimi justru jauh dari Al-Qur’an.
Jadi, Al-Qur’an adalah sumber dari segala sumber penting yang dapat menjadikan hati manusia hidup dan menghidupkan kebaikan-kebaikan. Ibnu Katsir menjelaskan, bahwa yang dimaksud dengan hati yang hidup adalah hati yang bisa mengambil manfaat dari setiap ajaran dan peringatan dari Al-Qur’an.
Dengan kata lain, agar hidup ini juga menghidupkan hati, kemudian menghidupkan kebaikan-kebaikan Islam di dalam kehidupan, tidak ada cara terbaik dan sangat penting dan mendesak untuk terus dilakukan, selain daripada berupaya senantiasa membaca kitab suci Al-Qur’an.
Seperti apa hati yang hidup itu? Qatadah berkata, orang itu punya pandangan yang tajam. Ia tak mudah silau oleh godaan gemerlap kehidupan dunia.
Kemudian, Ad-Dhahhak menyimpulkan, pemilik hati yang hidup adalah manusia yang bisa memaksimalkan potensi akalnya untuk memahami dengan benar tujuan kehidupan ini.
Jika sedemikian kebutuhan hati terhadap Al-Qur’an, lantas sudahkah kita membacanya dengan sungguh-sungguh. Atau setidaknya, adakah daftar membaca Al-Qur’an dalam agenda aktivitas selama 24 jam. Paling minimal, adakah lantunan ayat suci Al-Qur’an kita dengar dalam sehari-semalam aktivitas kehidupan kita?
Pertanyaan di atas penting kita ajukan bagi diri sendiri, agar tidak semakin jauh diri berjarak dengan Al-Qur’an, yang menjadikan ruhani kita gersang, lapar, haus, dan tidak mendapatkan nutrisi bergizi, sehingga pikiran dan tindakan tidak lagi sehat alias sesuai dengan nilai-nilai dan ajaran Islam.
Tidakkah kita perhatikan, bagaimana baju, celana, kaos kaki dan sepatu kita perlu dicuci setiapkali dipakai? Seperti apa yang melekat pada badan, hati pun penting kita perhatikan, agar senantiasa bersih.
Dari Ibn Umar ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, “Hati ini berkarat seperti berkaratnya besi jika terkena air. Lalu beliau ditanya: Apa pembersihnya? Sabda beliau: banyak mengingat mati dan membaca Al-Quran.” (HR. Al-Baihaqi).
Mari perhatikan bagaimana sejarah masuk Islam-nya sebagian kafir Quraisy. Sebagian karena melihat keagungan akhlak Rasulullah, tetapi tidak sedikit yang masuk Islam karena mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Umar bin Khathab, termasuk sahabat Nabi dari kalangan kafir Quraisy yang memeluk Islam karena mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Jadi, hati yang keras, beku, dan membatu, bisa lunak dan kembali hidup dengan mendengarkan bacaan Al-Qur’an.
Pantas jika kemudian Malik bin Dinar memberikan suatu penjelasan dengan berseru, “Wahai ahlu Al-Qur’an? Apa yang telah Al-Qur’an tanam pada hati-hati kalian? Sesungguhnya Al Quran itu mampu menghidupkan hati layaknya hujan yang menyuburkan tanah yang tandus sekalipun.”
Semakin hati seseorang hidup, maka akan lebih mudah dirinya mengenal dan mengikuti kebenaran yang telah diteladankan oleh Rasulullah, lebih mudah mengendalikan emosi, lebih paham tentang arti kemuliaan, tujuan hidup yang hakiki, sehingga ia bisa selamat dari segala macam cara berpikir materialis yang nampak bagi kebanyakan orang sebagai keberhasilan. Andai pun kemudahan hidup berupa materi berada dalam genggamannya, maka semua itu semakin memuluskan jalannya menebar kebaikan dan meraih ridho Allah Ta’ala.
Terakhir, tanpa harus mengutip hadits pahala membaca Al-Qur’an, patut kita renungkan bersama, bahwa Al-Qur’an oleh Rasulullah disebut sebagai warisan (pusaka) yang menjamin kebaikan hidup setiap Muslim.
“Aku tinggalkan dua pusaka yang kamu sekali-kali tidak akan pernah sesat selagi kalian berpegang teguh pada keduanya; yakni Kitabullah (Al-Qur’an) dan sunnah Rasul-Nya.” (HR. Imam Malik).
Dengan demikian, jika ada yang harus dipegang, dibaca, dicintai, kapan dan dimanapun, itu adalah Al-Qur’an dan Hadits.
Tentu, kita semua berharap dapat menjalani hidup yang dalam 24 jam senantiasa ada bacaan Al-Qur’an membasahi bibir kita, menenangkan jiwa kita, dan menghidupkan hati kita. Sebab, hanya dengan cara itulah hidup ini akan menghidupkan hati, yang berarti, kehadiran kita di muka bumi memberikan manfaat, memberikan arti, dan menebarkan kebaikan-kebaikan ajaran Islam.
Apabila suatu hari, lisan ini berujar keji, maka kita segera sadar, telah jauh diri dari Al-Qur’an, baik dari membacanya, lebih-lebih memahami dan mengamalkannya. Jika suatu saat, pikiran ini begitu menginginkan dunia, sadarlah diri bahwa boleh jadi bacaan Al-Qur’an baru sampai di lisan, belum menembus kedalam kesadaran hati. Al-Qur’an adalah parameter hidup kita, dan jauh dekatnya Al-Qur’an dalam hidup ini, bisa kita lihat dari pikiran, ucapan, dan tindakan kita sendiri.*